Sopir Angkot Minta Pemerintah Cegah Krisis BBM
- 28 Agt 2026 09:48 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Persoalan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Sangihe dinilai perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah, mengingat kondisi wilayah yang merupakan daerah kepulauan.
Perwakilan Sopir Angkot Tahuna, Joneks Karel, mengatakan persoalan BBM merupakan masalah klasik yang kembali dibahas untuk kedua kalinya dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Kamis 27 Agustus 2026.
"Masyarakat saat ini telah menghadapi berbagai persoalan, mulai dari krisis listrik, krisis air akibat fenomena El Nino, hingga mulai dirasakan persoalan bahan pokok. Ia berharap ke depan tidak terjadi lagi krisis BBM di daerah tersebut," kata Joneks.
Ia mengapresiasi informasi dari narasumber pemerintah daerah yang menyebutkan stok BBM dalam beberapa hari ke depan masih terpenuhi. Namun, Joneks berharap Pertamina dan pihak SPBU juga dapat dilibatkan untuk menjelaskan persoalan yang terjadi, termasuk dugaan adanya persoalan internal di tingkat SPBU.
"Ketersediaan BBM sangat berpengaruh terhadap pengusaha angkutan kota maupun pelaku UMKM. Bahkan, persoalan BBM menurutnya tidak hanya menyangkut sopir angkot, tetapi berdampak pada hampir seluruh sektor ekonomi dan pekerjaan masyarakat di Kota Tahuna," ucap Joneks.
Joneks juga mempertanyakan fungsi pengawasan pemerintah daerah terhadap penyaluran BBM, terutama apabila terdapat kuota yang tidak diambil atau penyaluran yang tidak merata kepada masyarakat. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu ketimpangan dan memperbesar persoalan kelangkaan BBM.
| Baca juga: Sopir angkot soroti kelangkaan BBM di Tahuna |
| Baca juga: Pemda Sangihe Pastikan Stok BBM Aman |
Selain itu, Joneks menyoroti disparitas harga antara Pertalite dan Pertamax ketika hanya satu SPBU yang beroperasi. Ia menyebut harga Pertamax yang kini berada di kisaran Rp16 ribu per liter cukup jauh dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp12 ribuan, sehingga pengaturan penjualan oleh pengecer juga dinilai perlu mendapat perhatian agar persoalan BBM tidak terus berulang.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....