Sopir angkot soroti kelangkaan BBM di Tahuna

  • 28 Agt 2026 08:13 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Persoalan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya Kota Tahuna, dinilai perlu segera mendapat perhatian serius agar tidak berlarut-larut dan berdampak lebih luas terhadap aktivitas masyarakat.

Perwakilan Sopir Angkot Tahuna, Joneks Karel, dalam acara Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Kamis, 27 Agustus 2026 mengatakan kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena masyarakat saat ini sudah diperhadapkan dengan perlambatan ekonomi dan menurunnya daya beli.

"Dampak persoalan BBM tidak hanya dirasakan oleh sopir angkutan kota, tetapi juga Aparatur Sipil Negara (ASN), pedagang serta masyarakat yang membutuhkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari," kata Joneks.

Ia menjelaskan, angkutan dalam kota sangat bergantung pada BBM bersubsidi jenis Pertalite. Keterbatasan pasokan membuat sopir harus menghabiskan waktu dengan mengantre di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Contohnya di SPBU 02 sempat mengalami keterbatasan aktivitas karena menunggu stok, namun setelah dibuka, persediaan kembali habis pada sore hari. Kondisi tersebut kemudian membuat antrean berpindah dan menumpuk di SPBU Towo'e, ditambah persoalan penggunaan jeriken atau gelon yang perlu mendapat pengawasan," ucap Joneks.

Ia berharap Pertamina bersama pengelola SPBU dapat segera duduk bersama mencari solusi konstruktif, termasuk memastikan distribusi stok berjalan merata. Menurutnya, apabila satu SPBU mengalami kendala, pasokan di SPBU lain harus mampu mengantisipasi penumpukan antrean.

Joneks menegaskan, antrean panjang jangan sampai menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat dan dianggap sebagai tanda kelangkaan BBM. Karena itu, diperlukan pengawasan serta sosialisasi yang jelas mengenai kondisi pasokan dan kendala distribusi BBM kepada masyarakat.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....