Ramadan Laboratorium Kejujuran dan Muraqabah Umat Islam

  • 10 Mar 2026 18:05 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Ibadah puasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan sebuah pelatihan intensif untuk membentuk karakter jujur. Hal ini ditekankan oleh Ustadz Supriadi Haribae dalam program Dialog Ramadan bersama keluarga besar KPP Pratama Tahuna dan santri Panti Asuhan Siti Maryam, Senin (9/3/2026).

Ustadz Supriadi mengibaratkan pengawasan Allah SWT jauh lebih canggih dan tak terbatas dibandingkan dengan sistem kamera pengawas (CCTV) yang ada di perkantoran.

Dalam dialog tersebut, Ia menjelaskan bahwa puasa adalah ibadah yang sangat privat. Seseorang bisa saja makan atau minum secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui orang lain, namun seorang mukmin tetap memilih untuk tidak melakukannya karena merasa diawasi oleh Sang Pencipta.

"Allah adalah 'CCTV' yang abadi. Jika di kantor karyawan bekerja karena ada pimpinan atau kamera pemantau, maka dalam puasa, kita jujur karena merasa Allah selalu menengok kita. Inilah puncak kejujuran, di mana hanya kita dan Allah yang tahu apakah kita benar-benar berpuasa atau tidak," ujar Ustadz Supriadi.

Kejujuran dalam beribadah juga diwujudkan melalui kepedulian sosial. Ia mengapresiasi langkah KPP Pratama Tahuna yang mengundang anak-anak yatim dari Panti Asuhan Siti Maryam sebagai bentuk kejujuran cinta dan rasa syukur.

Menurutnya, sedekah yang paling utama adalah yang dilakukan di bulan Ramadan. Aksi berbagi ini menjadi bukti bahwa kejujuran hati para pegawai pajak di Tahuna bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata untuk mendatangkan keberkahan bagi instansi dan masyarakat sekitar.

Rekomendasi Berita