Ramadhan Latih Kendali Diri dan Tenangkan Jiwa
- 10 Mar 2026 08:33 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, arus informasi datang tanpa henti dan berbagai tuntutan terus meningkat. Kondisi tersebut sering membuat banyak orang merasa lelah secara batin, meskipun secara fisik terlihat tetap kuat menjalani aktivitas sehari-hari.
Tidak sedikit orang yang tampak baik-baik saja di luar, namun sebenarnya menyimpan kecemasan dan kelelahan pikiran. Senyum yang terlihat terkadang menutupi rasa gelisah, bahkan banyak yang terjebak dalam overthinking akibat tekanan hidup yang datang silih berganti.
Kondisi tersebut disampaikan oleh Dr. Alfun Khusnia, S.Psi., M.Si dalam Kultum Siaran Khusus Ramadhan 1447 Hijriah di Pro 1 RRI Tahuna, Selasa 10 Maret 2026. Ia mengatakan, di tengah kegelisahan hidup modern, Allah menghadirkan bulan suci Ramadhan sebagai momentum pemulihan jiwa.
Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi bulan terapi bagi manusia. Terapi bagi jiwa yang penat, hati yang mulai mengeras, serta pikiran yang terlalu bising oleh berbagai persoalan kehidupan.
Puasa, lanjutnya, merupakan latihan paling lengkap untuk mengendalikan diri. Saat berpuasa, seseorang menahan makan meski makanan tersedia, menahan minum meski air ada di depan mata, serta menahan amarah ketika ada hal yang memancing emosi.
Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa adalah perisai. Perisai tersebut melindungi manusia dari ledakan emosi, ucapan yang melukai orang lain, hingga keputusan yang sering kali disesali di kemudian hari.
Melalui puasa, manusia dilatih untuk menata kembali hati dan pikirannya. Ramadhan mengajarkan bahwa tidak semua dorongan harus dituruti, tidak semua emosi perlu dilampiaskan, serta tidak semua keinginan harus dipenuhi saat itu juga.
Dr. Alfun juga mengutip Surah Ar-Ra’d ayat 28 yang menyatakan bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Karena itu, berbagai ibadah di bulan Ramadhan seperti dzikir, tilawah Al-Qur’an, dan sholat malam menjadi sarana menenangkan batin.
Ia menambahkan, di tengah kehidupan modern banyak orang mencari ketenangan melalui hiburan dan berbagai pelarian. Padahal, Allah telah menyediakan satu bulan penuh dalam setahun melalui Ramadhan sebagai waktu khusus untuk menenangkan diri, memperbaiki hati, dan memulihkan jiwa.(Azizah)