Meneladani QS Al-Baqarah Ayat 183 dalam Kehidupan Sehari-Hari
- 25 Feb 2026 13:35 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - QS Al-Baqarah ayat 183 menjelaskan kewajiban puasa bagi umat Islam sekaligus tujuan utama dari ibadah tersebut, yaitu agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa puasa diwajibkan sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu, sehingga puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana pembentukan karakter yang lebih baik.
Hal ini juga disampaikan oleh Ustad Hanif Syairafi Wiratama, S.Pd dalam Dialog Ramadan RRI Tahuna di Masjid At-Taqwa Malapintu. Ia menjelaskan, “Sama halnya kita seperti bulan-bulan lainnya. Kita hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Tapi ketika kemudian kita mengharap ridanya Allah(pada bulan Ramadan), ingin menggapai pahalanya Allah untuk mencapai bagaimana pendidikan hati, untuk mencapai mengobati hati-hati yang senantiasa ada penyakit-penyakitnya, maka dalam hal ini kita disebut dengan orang-orang yang beruntung.”
| Baca juga: Al-Qur’an Penawar Jiwa dan Kesehatan Mental |

Makna takwa dalam ayat ini dapat diwujudkan melalui sikap menahan diri dari berbagai perbuatan yang tidak baik, seperti berkata kasar, berbohong, hingga mudah marah. Puasa mengajarkan umat Islam untuk lebih sabar dan mampu mengendalikan hawa nafsu, baik dalam perkataan maupun tindakan sehari-hari.
Selain itu, meneladani QS Al-Baqarah ayat 183 juga dapat dilakukan dengan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama. Saat merasakan lapar dan dahaga, seseorang diharapkan lebih memahami kondisi orang lain yang kekurangan sehingga tumbuh rasa empati dan semangat untuk berbagi.
Nilai penting lainnya dari ayat tersebut adalah membiasakan kedisiplinan. Selama menjalankan puasa, umat Islam dilatih untuk mengatur waktu makan, ibadah, dan aktivitas dengan lebih tertib. Kebiasaan ini dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih teratur dan produktif.
Dengan meneladani QS Al-Baqarah ayat 183, puasa diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban tahunan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan akhlak yang baik. Melalui puasa, umat Islam dapat meningkatkan kualitas diri sehingga menjadi pribadi yang lebih sabar, peduli, dan bertakwa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....