Kultum Ramadhan Ingatkan Keutamaan Ibadah Subuh
- 12 Mar 2026 06:45 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Umat Muslim diingatkan untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT, khususnya nikmat kesehatan sehingga dapat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan dengan penuh kekhusyukan. Harapannya agar puasa yang dijalankan menjadi yang terbaik di sisi Allah SWT juga terus dipanjatkan oleh setiap umat beriman.
Hal tersebut disampaikan Jamaludin Asmat, M.Hum, dalam Kultum Siaran Khusus Ramadhan 1447 Hijriah yang disiarkan melalui Pro 1 RRI Tahuna, Kamis 12 Maret 2026. Dalam tausiyahnya, ia mengajak umat Islam untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah.
Menurut Jamaludin, di antara waktu yang paling istimewa yang diberikan Allah SWT kepada manusia dalam satu hari adalah waktu fajar. Pada saat itulah para malaikat turun untuk menyaksikan aktivitas hamba-hamba Allah di dunia.
Ia menjelaskan, waktu subuh menjadi momen penting yang menunjukkan tingkat ketaatan seorang hamba, apakah memanfaatkan waktu tersebut untuk beribadah atau justru masih terlena dalam tidur.
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa para malaikat menyaksikan aktivitas manusia pada waktu subuh, termasuk mereka yang bangun pada sepertiga malam untuk melaksanakan qiyamul lail, shalat tahajud, membaca dan mentadaburi Al-Qur’an serta melaksanakan shalat berjamaah di masjid.
Orang-orang yang terbiasa dengan rutinitas ibadah tersebut, kata Jamaludin, berpeluang mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Mereka digambarkan sebagai orang-orang yang mencintai kesucian dan berbondong-bondong menuju tempat suci untuk beribadah.
Selain Allah SWT dan para malaikat, aktivitas manusia juga disaksikan oleh bumi tempat manusia berpijak. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Zalzalah ayat 4 sampai 5 yang menerangkan bahwa pada hari kiamat nanti bumi akan menyampaikan berita tentang apa yang terjadi di atasnya.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa bumi akan menjadi saksi atas seluruh perbuatan manusia karena Allah SWT telah memerintahkannya untuk menyampaikan segala yang terjadi di atasnya.
Jamaludin menambahkan, dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim sebenarnya sangat dekat dengan bumi melalui ibadah shalat. Dalam sehari semalam, seorang Muslim yang melaksanakan shalat wajib lima waktu melakukan minimal 34 kali sujud, yang berarti sebanyak itu pula seorang hamba menyentuhkan dahinya ke bumi sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.(Azizah)