Makna Kiamuhu Binafsihi dalam Perspektif Ramadhan

  • 24 Feb 2026 03:49 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Pertanyaan tentang apakah Allah masih membutuhkan malaikat atau rasul untuk menyampaikan kehendak-Nya kepada makhluk di dunia menjadi pembahasan menarik dalam Kultum Siaran Khusus Ramadhan 1447 Hijriah di Pro 1 RRI Tahuna, Selasa 24 Februari 2026.

Dalam tausiyahnya, Ustad Ainurrofiq ZA menjelaskan bahwa pertanyaan tersebut sering muncul sebagai bentuk kontradiksi terhadap sifat Allah, Kiamuhu Binafsihi, yang berarti Allah berdiri sendiri dan tidak membutuhkan apa pun.

Ia menegaskan, makna Kiamuhu Binafsihi adalah Allah Maha Mandiri. Artinya, Allah tidak membutuhkan asisten, pembantu, malaikat, maupun nabi untuk menjalankan kehendak dan kekuasaan-Nya atas seluruh makhluk.

Menurutnya, jika Allah berkehendak mencabut nyawa, Allah mampu melakukannya tanpa perantara Malaikat Israil. Jika Allah hendak memberi rezeki, Allah bisa melakukannya tanpa pembagian melalui malaikat. Bahkan wahyu pun dapat diturunkan tanpa perantara Malaikat Jibril.

Demikian pula dalam urusan ujian kepada manusia, Allah tidak membutuhkan iblis untuk menggoda. Semua itu menunjukkan bahwa Allah benar-benar berdiri sendiri dan tidak bergantung pada makhluk ciptaan-Nya.

Namun demikian, muncul pertanyaan lanjutan, mengapa tetap ada Al-Qur’an, Nabi Muhammad SAW, 25 nabi dan rasul, serta para malaikat dengan tugas-tugas tertentu? Di sinilah pentingnya memahami perbedaan antara kehendak dan kebutuhan.

Ustad Ainurrofiq ZA menekankan bahwa keberadaan malaikat dan nabi bukan karena Allah membutuhkan mereka, melainkan karena Allah berkehendak menciptakan sistem dan tatanan dalam kehidupan makhluk-Nya.

Ia mencontohkan, Allah menciptakan matahari untuk menerangi siang dan bulan untuk malam. Bukan berarti Allah membutuhkan matahari atau bulan, melainkan itu bagian dari kehendak dan sunnatullah yang ditetapkan-Nya.

Melalui pemahaman ini, umat Islam diajak untuk semakin memperkuat aqidah bahwa Allah Maha Mandiri, sementara segala ciptaan-Nya hadir sebagai bentuk kehendak dan hikmah, bukan karena Allah memiliki kebutuhan.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....