Memahami Ar Rahim, Kasih Sayang Abadi Allah

  • 21 Feb 2026 09:46 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Dalam Kultum Siaran Khusus Ramadhan 1447 Hijriah di Pro 1 RRI Tahuna, Sabtu 21 Februari 2026 Nurnadia Azhari, MA mengajak umat Islam memahami makna Ar Rahim sebagai salah satu Asmaul Husna yang mencerminkan kasih sayang Allah SWT yang mendalam dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, Ar Rahim berarti Allah Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya, khususnya mereka yang beriman, bertakwa, serta taat melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Kasih sayang ini bersifat khusus dan diberikan kepada orang-orang yang senantiasa berusaha berada di jalan-Nya.

Menurut Nurnadia, berbeda dengan Ar Rahman yang bersifat umum bagi seluruh makhluk, Ar Rahim menunjukkan rahmat Allah yang abadi dan terus menerus, dengan puncaknya berupa nikmat surga di akhirat kelak bagi orang-orang beriman.

Hal ini sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 43 yang artinya, “Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” Ayat tersebut menegaskan bahwa kasih sayang Allah secara khusus diberikan kepada hamba-Nya yang beriman.

Secara bahasa, kata Ar Rahim berasal dari kata rahimah yang berarti mengasihi, menyayangi, menghargai, dan menghormati. Dalam Al-Qur’an, kata Ar Rahim disebutkan sebanyak 95 kali, lebih banyak dibandingkan Ar Rahman yang disebut 57 kali.

Ia menambahkan, pengulangan yang banyak dalam Al-Qur’an menunjukkan pentingnya makna tersebut. Banyaknya penyebutan Ar Rahim menjadi penegasan bahwa kasih sayang Allah kepada orang-orang beriman merupakan hal yang sangat utama dan mendasar dalam ajaran Islam.

Dalam kesempatan itu, Nurnadia juga mengutip hadits yang diriwayatkan Umar bin Khattab tentang seorang ibu yang menemukan bayinya di antara tawanan perang dan langsung menyusuinya dengan penuh kasih.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Rasulullah SAW kemudian bertanya kepada para sahabat apakah mungkin ibu tersebut tega mencelakai anaknya. Para sahabat menjawab tidak mungkin. Rasulullah pun bersabda bahwa Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu tersebut kepada anaknya.

Dari penjelasan tersebut, ia menyimpulkan bahwa kasih sayang Allah sangat luas, bahkan melampaui kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Karena itu, umat Islam tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah, sebab Allah senantiasa membuka pintu taubat dan kasih sayang-Nya lebih dahulu daripada kemurkaan-Nya.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....