Ramadhan Ajang Pemulihan Jiwa dan Spiritualitas
- 18 Feb 2026 07:13 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Persoalan mendasar yang kerap terjadi setiap Ramadhan adalah pelaksanaannya yang lebih bersifat personal dan seremonial, namun terputus dari ruang pembinaan kolektif yang berkelanjutan.
Momentum spiritual tahunan ini sering dijalani sebatas ritual tanpa penguatan nilai yang membentuk karakter dan ketahanan iman.
Hal tersebut disampaikan Wahyudi Hapit, S.Pd dalam acara Mimbar Agama Islam di Pro 1 RRI Tahuna Selasa, 17 Februari 2026. Menurutnya, menjelang Ramadhan umat Islam perlu kembali menengok peran strategis masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Ia menegaskan, masjid bukan hanya tempat menunaikan sholat, tetapi ruang pendidikan iman, ruang tarbiyah keyakinan, pusat pemulihan jiwa, serta titik temu antara nilai ilahiyah dengan problem nyata kehidupan.
Masjid harus menjadi tempat lahirnya solusi, bukan sekadar simbol identitas keagamaan.
Wahyudi menjelaskan, ketika masjid sepi dari fungsi tarbiyah, anak-anak muda cenderung mencari jawaban di ruang lain seperti media sosial, relasi bebas, atau ideologi instan yang menjanjikan kebahagiaan semu namun rapuh.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya revitalisasi fungsi masjid sebagai ruang pembinaan generasi.
Menghidupkan masjid menjelang Ramadhan, lanjutnya, berarti menghidupkan kembali fungsi asasinya. Islam perlu dihadirkan sebagai solusi kehidupan yang menenangkan, mencerahkan, dan membimbing umat dalam menghadapi tantangan zaman.
Menurut Wahyudi, pendekatan pembinaan tidak boleh dilakukan dengan cara menghakimi, melainkan melalui tarbiyah yang penuh hikmah, dialog yang membumi, serta keteladanan yang nyata.
Dengan cara tersebut, nilai-nilai iman dapat tertanam secara mendalam dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan, iman yang ditarbiyah dengan benar tidak berhenti pada ritual semata, tetapi membentuk gaya hidup yang lebih sederhana, sikap mental yang tangguh, serta pandangan hidup yang optimis. Iman yang hidup akan melahirkan ketahanan menghadapi stres, kemampuan bangkit dari kegagalan, dan keberanian menjaga kehormatan diri dari godaan zaman.
Lebih jauh dikatakan, tujuan utama Ramadhan adalah membentuk manusia bertakwa yang utuh—kuat secara spiritual, sehat secara psikologis, dan bertanggung jawab secara sosial. Karena itu, seruan kembali ke masjid menjelang Ramadhan merupakan langkah strategis dalam menyiapkan masa depan umat.
"Fenomena yang dihadapi saat ini menunjukkan adanya keterputusan antara perkembangan lahiriah manusia dengan kedewasaan batinnya.
Di tengah kemajuan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, masjid diharapkan kembali menjadi pusat pembinaan yang menyatukan iman dan kehidupan, sehingga melahirkan generasi kuat dan peradaban yang kokoh,tambahnya".(Azizah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....