Merenungi Makna Nuzulul Qur’an

  • 18 Mar 2025 22:15 WIB
  •  Tahuna

KBRN, Tahuna; Ramadan adalah bulan yang penuh kemuliaan, di mana setiap amalan baik mendapat balasan berlipat ganda. Bulan ini juga menjadi kesempatan istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan. Selain sebagai waktu penyucian jiwa, Ramadan adalah saat di mana dosa-dosa diampuni dan rahmat Allah melimpah kepada hamba-hamba-Nya.

Menurut Sekjen Kemenag Prof. Dr. Phil Kamaruddin Amin, MA, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga momen untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. “Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang luar biasa. Setiap huruf yang dibaca diganjar pahala berlipat ganda,” jelasnya.

Peringatan Nuzulul Qur’an dan Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Di Indonesia, Nuzulul Qur’an diperingati pada 17 Ramadan sebagai momen turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Meski peringatannya berbeda di beberapa negara, esensinya tetap sama, yaitu mengingatkan umat Islam untuk semakin mencintai Al-Qur’an. “Bulan ini adalah kesempatan terbaik untuk memperdalam pemahaman kita terhadap kitab suci,” tambah Prof. Kamaruddin Amin.

Banyak umat Islam yang berlomba-lomba mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadan, seperti yang dicontohkan Rasulullah dan para sahabat. Imam Syafi’i bahkan disebut mengkhatamkan Al-Qur’an puluhan kali dalam sebulan Ramadan.

Mengamalkan Al-Qur’an dalam Kehidupan Sehari-hari

Lebih dari sekadar membaca, memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an adalah hal yang utama. Al-Qur’an bukan hanya untuk dilafalkan, tetapi juga menjadi pedoman hidup dalam setiap aspek. “Membaca tanpa mengamalkan ibarat memiliki peta tetapi tidak pernah menggunakannya,” ujar Prof. Kamaruddin Amin.

Oleh karena itu, Ramadan adalah waktu terbaik untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam memperbaiki akhlak, meningkatkan ibadah, serta membangun hubungan yang lebih harmonis dengan sesama. (Fitri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....