Buah Barunu, Buah Lokal Kaya Manfaat yang Mulai Jarang Dikenal
- 30 Sep 2026 10:26 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Buah barunu merupakan salah satu buah lokal yang masih dikenal masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di Sangihe. Saat ini, buah barunu sedang banyak dijumpai di sejumlah pasar tradisional di Kepulauan Sangihe. Kehadirannya menjadi pemandangan menarik karena buah lokal tersebut kembali mudah ditemukan dan diminati masyarakat. Buah ini memiliki rasa khas dan dapat dikonsumsi ketika sudah matang.
Di berbagai daerah, buah ini memiliki sejumlah nama berbeda sesuai kebiasaan masyarakat setempat. Beberapa sebutannya adalah buni, wuni, huni, barune, baruna, serta bune tedong di Sulawesi Selatan. Di Sangihe juga dikenal dengan sebutan mangga utang.
Buah buni dapat ditemukan di sejumlah wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, dan beberapa kawasan lainnya. Di Indonesia, tanaman ini dapat tumbuh dari dataran rendah hingga wilayah dengan ketinggian tertentu.
Ketika masih muda, buahnya berwarna hijau dan memiliki rasa sangat masam. Setelah matang, warnanya berubah menjadi merah tua hingga ungu kehitaman, dengan rasa yang lebih manis dan sedikit asam.
Buah barunu dapat dikonsumsi secara langsung setelah matang dengan kondisi buah yang bersih. Buah ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat jus, sirup, selai, atau berbagai olahan pangan lainnya.
Dilansir dari Biodiversity Warrios Kehati dari sisi kandungan, buah barunu mengandung air, karbohidrat, protein, mineral, serta vitamin tertentu. Data komposisi juga mencatat kandungan vitamin C, kalsium, fosfor, dan zat besi pada bagian buah yang dapat dimakan.
Kandungan tersebut membuat buah buni berpotensi menjadi salah satu sumber pangan yang mendukung pola makan beragam. Buah ini juga mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti buah buni dapat menggantikan pengobatan atau terapi medis tertentu. Konsumsi buah sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari pola makan sehat dan beragam.
| Baca juga: Cantik dengan Masker Mentimun |
Buah barunu juga memiliki nilai ekologis bagi lingkungan tempat tanaman tersebut tumbuh. Buahnya dapat menjadi sumber makanan bagi burung dan satwa kecil, sedangkan bunganya dapat menarik serangga penyerbuk.
Waktu berbuah dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya karena dipengaruhi kondisi lingkungan. Faktor cuaca, curah hujan, lokasi tumbuh, dan kondisi tanaman dapat memengaruhi pembungaan serta pematangan buah.
Keberadaan buah barunu menjadi bagian dari kekayaan pangan lokal yang menarik untuk terus dikenalkan. Pengetahuan mengenai nama, manfaat, habitat, dan musimnya dapat membantu menjaga keberadaan tanaman tersebut.
Di tengah semakin beragamnya buah komersial, buah lokal seperti barunu memiliki nilai budaya dan keanekaragaman hayati. Mengenalkan kembali buah ini juga dapat menjadi langkah sederhana untuk menghargai kekayaan tumbuhan Indonesia. (Arsitini)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....