Malam Terasa Dingin di Musim Kemarau? Kenali Fenomena Bediding

  • 01 Sep 2026 04:18 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Pernah merasakan malam hingga dini hari terasa lebih dingin, padahal siang hari matahari bersinar terik? Kondisi tersebut kerap terjadi saat musim kemarau dan dikenal dengan istilah bediding.

Fenomena ini membuat perbedaan suhu antara siang dan malam terasa cukup mencolok. Jika siang hari udara terasa panas dan menyengat, malam hari justru dapat terasa dingin hingga membuat tubuh menggigil.

Lantas, mengapa udara bisa terasa dingin saat musim kemarau? Apakah perubahan suhu tersebut juga dapat memengaruhi kesehatan?

Apa Itu Bediding?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bediding sebagai istilah untuk menggambarkan perubahan suhu yang mencolok, terutama saat musim kemarau.

Fenomena tersebut merupakan kondisi alamiah yang umumnya terjadi pada puncak musim kemarau, sekitar Juli hingga September. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah pergerakan angin muson timur dari Australia.

Angin tersebut membawa massa udara yang relatif kering dan dingin menuju wilayah Indonesia. Kondisi ini dapat membuat suhu pada malam hingga dini hari terasa lebih rendah dibandingkan biasanya.

Perubahan Suhu Bisa Memengaruhi Tubuh

Perbedaan suhu yang cukup drastis membuat tubuh harus beradaptasi dengan perubahan kondisi lingkungan. Berdasarkan informasi kesehatan dari Halodoc, perubahan suhu pada sebagian orang dapat memicu sejumlah keluhan kesehatan.

Keluhan yang mungkin muncul antara lain tubuh menggigil, alergi, migrain, hingga memperburuk gangguan pernapasan seperti asma.

Karena itu, masyarakat perlu menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat selama menghadapi perubahan cuaca pada musim kemarau.

Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan:

1. Perbanyak Minum Air Putih

Cuaca panas pada siang hari dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Pastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dengan mengonsumsi air putih secara cukup. Air putih dapat diminum sebelum, selama, dan setelah melakukan aktivitas fisik.

Membawa air minum ketika bepergian juga dapat menjadi cara sederhana untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi.

2. Tetap Rutin Berolahraga

Olahraga tetap diperlukan untuk menjaga kebugaran tubuh selama musim kemarau. Aktivitas fisik juga dapat membantu mengurangi stres dan menjaga tubuh tetap aktif.

Pilih olahraga dengan intensitas yang sesuai kemampuan, seperti berjalan kaki, lari ringan, atau yoga. Jika suhu sedang sangat panas, hindari berolahraga di bawah paparan sinar matahari langsung.

3. Konsumsi Makanan Bergizi

Menjaga pola makan juga penting untuk membantu tubuh menghadapi perubahan cuaca. Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak buah dan sayuran.

Kandungan vitamin, mineral, dan serat dalam makanan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi serta mendukung daya tahan tubuh.

4. Pastikan Istirahat Cukup

Tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat dan melakukan pemulihan. Karena itu, pastikan mendapatkan tidur yang cukup setiap malam.

Orang dewasa pada umumnya membutuhkan waktu tidur setidaknya tujuh jam setiap malam. Pola tidur yang cukup dan teratur dapat membantu menjaga kebugaran serta mendukung sistem kekebalan tubuh.

5. Batasi Aktivitas Saat Matahari Terik

Malam hari yang dingin bukan berarti suhu siang hari aman untuk beraktivitas tanpa batas. Pada musim kemarau, suhu siang hari dapat terasa sangat panas dan meningkatkan risiko dehidrasi maupun gangguan kesehatan akibat panas.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, pilih waktu yang lebih aman, gunakan pelindung dari paparan sinar matahari, dan cukupi kebutuhan cairan.

Jangan Anggap Sepele Perubahan Suhu

Fenomena bediding merupakan kondisi alamiah yang dapat terjadi saat musim kemarau. Namun, perubahan suhu yang cukup mencolok tetap perlu diantisipasi, terutama bagi masyarakat yang sensitif terhadap perubahan cuaca.

Dengan mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, mendapatkan istirahat yang cukup, dan membatasi paparan panas, tubuh diharapkan dapat tetap bugar selama musim kemarau.

Jadi, ketika malam terasa lebih dingin dari biasanya di tengah musim kemarau, kondisi tersebut bukan berarti cuaca sedang tidak normal. Bisa jadi, Anda sedang merasakan fenomena bediding. (alvrina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....