Kasus TB Paru Tinggi di Sangihe Masih Tinggi

  • 12 Feb 2026 12:45 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Meski wilayah provinsi Sulawesi Utara (Sulut) keluar dari lima terbanyak kasus tuberkulosis (TB) paru, namun angka penyakit menular tersebut masih cukup tinggi.

Hal itu dikatakan ketua IDI Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Aprikonus Loris, kepada RRI.CO.ID Kamis, 12 Februari 2026, mencermati angka kasus penyakit tuberkulosis di Sangihe.

Ia menegaskan, bahwa dampak dari penyakit tersebut cukup kompleks karena bukan hanya berbicara masalah kesehatan namun mengarah pada persoalan sosial dan ekonomi.

"Bisa bayangkan kalau penderita adalah tulang punggung keluarga, berarti bisa bermasalah secara ekonomi. Kalau itu kena ke ibu hamil dan tidak ditangani dengan baik maka berisiko terhadap bayi pada saat lahir. Belum juga stigma berkembang di masyarakat," ujarnya.

Kasus tuberkulosis jika tidak ditangani dengan maksimal maka akan menjadi fenomena gunung es. Mengingat data yang dikantongi pihak RSU Liun Kendage Tahuna pada tahun 2025 sebanyak 174.

"Data di RS Liun Kendage Tahuna ini belum seluruhnya menggambarkan keadaan penyakit tuberkulosis di kabupaten kepulauan Sangihe," terangnya.

Intinya angka kasus di Sangihe masih cukup tinggi karena ada yang berobat di (Puskesmas), termasuk juga pasien yang ditangani oleh dokter praktek. (AM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....