DPRD Sitaro Soroti Layanan Kesehatan di RSUD Tagulandang

  • 19 Jun 2025 17:20 WIB
  •  Tahuna

KBRN, Siau : Layanan dan fasilitas Kesehatan rumah sakit umum daerah (RSUD) di pulau Tagulandang menjadi sorotan Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sitaro dalam rapat kerja bersama Dinas Kesehatan dan manajemen rumah sakit. Ketua Komisi II Moghtar Kaudis dalam rapat yang digelar pada Selasa 17 Juni 2025 mengaku prihatin melihat pelayanan kesehatan dan kondisi RSUD di pulau Tagulandang yang belum mendapat penanganan serius dari pemerintah pasca erupsi gunung api ruang.

“Kami menghadirkan Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD Tagulandang karena rumah sakit ini menjadi tulang punggung layanan kesehatan di wilayah Tagulandang. Namun, kondisinya saat ini belum pulih sepenuhnya” kata Kaudis.

Direktur RSUD Tagulandang Dokter Julin Makaluase saat rapat kerja denganKomisi II DPRD Sitaro. (Foto : RRI/Jemmy Lahutung).

Ia menekankan bahwa perhatian serius terhadap infrastruktur dan layanan medis sangat mendesak mengingat RSUD masih beroperasi di tengah keterbatasan pasca-bencana. Dalam rapat tersebut, Direktur RSUD Julin Makaluase mengungkap ada sekitar 20 ruangan di rumah sakit mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap dan plafon.

“Kerusakan itu akibat material vulkanik saat erupsi, dan hingga kini masih banyak ruangan yang belum bisa digunakan secara optimal” tuturnya.

Menurut Direktur RSUD, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara telah menyetujui alokasi dana rehabilitasi sebesar Rp 1,3 miliar. Rapat kerja Komisi II DPRD Sitaro tidak hanya masalah fisik bangunan, kekurangan alat kesehatan dan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, menjadi fokus pembahasan. Ketiadaan tenaga spesialis dan fasilitas operasi memaksa rumah sakit merujuk sebagian besar pasien ke luar daerah seperti ke kota Manado. Hal ini tidak hanya membebani keuangan pasien dan keluarga, tetapi juga mengganggu efektivitas layanan lokal yang seharusnya bisa ditangani langsung di Tagulandang. Dalam forum itu, Komisi II mendesak agar Dinas Kesehatan dan manajemen rumah sakit segera menyusun langkah konkrit. (Alex D).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....