Ramai Dibicarakan, Apa Itu Hantavirus?

  • 12 Mei 2026 13:20 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Hantavirus kembali menjadi perhatian publik setelah muncul laporan kasus di Singapura. Penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, ini dinilai perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal.

Mengutip informasi resmi Kementerian Kesehatan, hantavirus merupakan penyakit zoonosis emerging atau penyakit infeksi yang berasal dari hewan dan berpotensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Virus ini menular melalui paparan urin, kotoran, atau air liur tikus yang telah mengering dan bercampur dengan udara.

Seseorang dapat terinfeksi saat menghirup debu yang terkontaminasi, menyentuh permukaan yang terpapar, maupun melalui luka terbuka pada kulit. Karena itu, lingkungan dengan sanitasi kurang baik dan populasi tikus tinggi menjadi faktor risiko utama penyebaran hantavirus.

Kementerian Kesehatan menyebutkan, hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru di Indonesia. Berbagai penelitian menunjukkan virus tersebut telah ditemukan sejak tahun 1980-an, termasuk di sejumlah kota besar di Indonesia.

Gejala awal hantavirus kerap menyerupai penyakit lain, seperti demam, nyeri otot, mual, dan kelelahan. Kondisi ini menyebabkan banyak kasus berpotensi tidak terdeteksi atau salah diagnosis. Pada kasus berat, hantavirus dapat menyebabkan gangguan ginjal hingga gagal napas akut.

Dalam kajian Kemenkes, virus yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah Seoul virus (SEOV) yang dibawa oleh tikus rumah seperti Rattus rattus dan Rattus norvegicus. Jenis tikus ini hidup sangat dekat dengan aktivitas manusia sehingga meningkatkan risiko penularan.

Kasus yang ramai diperbincangkan di Singapura turut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit berbasis lingkungan. Kemenkes menilai pengendalian hantavirus tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga memerlukan pengendalian populasi tikus, perbaikan sanitasi lingkungan, serta edukasi masyarakat.

Masyarakat diimbau menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, serta menggunakan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus.(Arjun)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....