Perkembangan AI Mengkhawatirkan, Jadi Bahasan dalam Sidang PBB
- 22 Sep 2026 10:26 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Perkembangan pesat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini menjadi salah satu perhatian dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81. Para pemimpin dunia dan perwakilan negara membahas bagaimana teknologi tersebut dapat dikembangkan sekaligus dikelola agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Pembahasan AI berlangsung di tengah kekhawatiran mengenai perkembangan teknologi yang dinilai semakin cepat. Risiko penggunaan AI, kebutuhan terhadap pengawasan, keamanan teknologi serta kesenjangan akses antarnegara menjadi bagian dari isu tata kelola AI di tingkat internasional.
Dilansir pada situs resmi PBB un.org, Presiden Majelis Umum PBB ke-81, Khalilur Rahman, mengatakan tata kelola AI membutuhkan keterlibatan seluruh negara. Menurutnya, PBB dapat menjadi forum bagi negara-negara untuk membangun pemahaman bersama mengenai aturan dan prinsip dalam pengembangan serta penggunaan AI.
Rahman juga menyoroti ketimpangan dalam pengembangan teknologi AI. Menurut data yang disampaikannya, lebih dari satu miliar orang telah menggunakan AI percakapan setiap pekan, sementara sekitar satu dari empat pekerja di dunia berada dalam pekerjaan yang memiliki tingkat keterpaparan tertentu terhadap AI generatif.
Selain itu, kebutuhan energi untuk pusat data yang menjalankan teknologi AI juga menjadi perhatian. PBB mencatat konsumsi listrik pusat data diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat hingga sekitar 950 terawatt-jam per tahun pada 2030. Kondisi ini membuat perkembangan AI juga berkaitan dengan isu energi dan lingkungan.
PBB kemudian mendorong pembahasan mengenai sejumlah aspek, termasuk akses yang lebih merata terhadap teknologi, keamanan dan akuntabilitas AI, pengawasan manusia serta interoperabilitas sistem. Tujuannya adalah agar perkembangan AI tidak semakin memperlebar kesenjangan teknologi antara negara maju dan negara berkembang.
Dalam rangkaian Sidang Majelis Umum PBB tahun ini, isu AI juga dibahas bersamaan dengan berbagai persoalan global seperti konflik, perubahan iklim dan ketidakstabilan ekonomi. Reuters menyebut risiko AI sebagai salah satu isu yang akan menjadi perhatian dalam pertemuan para pemimpin dunia di New York.
Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa AI tidak lagi hanya menjadi isu teknologi. Perkembangannya telah masuk ke ranah ekonomi, ketenagakerjaan, keamanan, energi dan tata kelola internasional. PBB kini berupaya mendorong kerja sama antarnegara untuk menentukan bagaimana teknologi tersebut dapat berkembang dengan tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas. (Arjun)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....