Luw.ai, AI yang Bisa Ubah Sketsa Arsitektur Jadi Render dalam Hitungan Detik
- 30 Agt 2026 19:37 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Perkembangan kecerdasan buatan atau AI kini mulai merambah dunia arsitektur. Salah satunya melalui Luw.ai, platform berbasis AI yang dirancang khusus untuk membantu arsitek dan desainer interior mengubah ide awal menjadi visualisasi bangunan.
Dilansir dari situs resmi Luw.ai, platform ini memungkinkan pengguna mengunggah sketsa tangan, gambar dari SketchUp atau Revit, denah lantai hingga foto referensi, kemudian mengubahnya menjadi visualisasi arsitektur fotorealistis. Luw.ai mengklaim proses tersebut dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 10 detik, dengan keluaran standar hingga 4K dan pilihan hingga 8K.
Salah satu fitur yang menarik adalah Sketsa AI. Arsitek cukup memasukkan sketsa kasar atau gambar garis, kemudian AI akan membantu memperkirakan kedalaman, material, pencahayaan dan konteks bangunan. Geometri dasar desain juga diklaim tetap dipertahankan sehingga hasilnya dapat digunakan untuk melihat gambaran akhir sebuah konsep.
AI tersebut juga dapat digunakan untuk mendesain interior dan eksterior. Dari sebuah foto ruangan, pengguna dapat mencoba berbagai material, pencahayaan, suasana siang atau malam hingga gaya arsitektur. Luw.ai menyediakan lebih dari 40 gaya, termasuk modern, minimalis, brutalist, biophilic dan Japandi.
Tidak hanya menghasilkan gambar, Luw.ai juga menawarkan AI untuk membuat denah lantai. Pengguna dapat memberikan brief atau sketsa untuk menghasilkan denah 2D, kemudian mengubahnya menjadi model 3D. Platform ini juga menyediakan fitur bernama Archiagent, yang diklaim dapat menggambar ruangan, menempatkan furnitur dan melakukan pemeriksaan terhadap denah, termasuk mengecek ayunan pintu, jarak bebas dan potensi tabrakan.
Menariknya, Luw.ai menggabungkan berbagai fungsi tersebut dalam satu ekosistem. Situs resminya menyebut tersedia 23 alat AI yang mencakup rendering, desain interior dan eksterior, pembuatan model 3D, moodboard, pengeditan gambar hingga pembuatan denah. Platform ini juga dapat bekerja dengan sejumlah perangkat lunak arsitektur seperti SketchUp, Revit, AutoCAD, Rhino, ArchiCAD, Blender dan lainnya.
Kehadiran teknologi seperti ini menunjukkan bagaimana AI dapat menjadi alat bantu bagi arsitek, terutama dalam tahap eksplorasi ide dan visualisasi. Namun, hasil AI tetap perlu diperiksa oleh tenaga profesional karena visualisasi dan rancangan yang dihasilkan teknologi tidak otomatis menggantikan perhitungan teknis, standar bangunan, maupun keputusan arsitek dalam proses pembangunan.(Arjun)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....