Dicky Lungkang Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pelestarian Lingkungan
- 20 Agt 2026 10:53 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Kabupaten Kepulauan Sangihe saat ini tengah menghadapi tantangan musim kemarau panjang serta dampak fenomena El Niño yang meningkatkan kerawanan bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu penurunan debit air bersih dan membuat kawasan hutan menjadi sangat rentan terhadap ancaman kebakaran.
Hal tersebut mengemuka dalam dialog interaktif program Spada Pro2 RRI Tahuna, Rabu (19/8/2026), yang menghadirkan Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dicky Lungkang. Mengusung topik "Hutan Lestari, Anak Muda Siaga, Jaga Hijau Bumi Kita", siaran ini menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mitigasi bencana lingkungan.
Dalam perbincangan tersebut, Dicky Lungkang menjelaskan bahwa sebagian besar kasus karhutla dan kekeringan dipicu oleh aktivitas manusia. Kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar, membakar sampah sembarangan, hingga membuang puntung rokok tanpa memastikan bara api benar-benar padam menjadi pemicu utama kerusakan lingkungan.
"Tema ini penting karena kita sedang menghadapi musim kemarau yang cukup panjang dan kondisi El Niño. Kekeringan membuat debit air berkurang, kelembapan menurun, dan hutan menjadi lebih mudah terbakar," ujar Dicky Lungkang kepada RRI.CO.ID.
| Baca juga: Ini Perbedaan Tinju Amatir dan Profesional |
Ia menambahkan, dampak dari kebakaran hutan tidak hanya merusak ekosistem dan memicu krisis air bersih, tetapi juga menimbulkan polusi udara yang mengancam kesehatan masyarakat, khususnya gangguan pernapasan akibat asap. Oleh karena itu, kehadiran anak muda sangat dibutuhkan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
BPBD Sangihe mengajak para pemuda untuk memanfaatkan ruang digital dan media sosial sebagai sarana edukasi mitigasi bencana. Selain itu, masyarakat yang mengalami krisis air bersih diimbau untuk segera melaporkannya secara resmi melalui pemerintah desa atau kelurahan agar bantuan pemenuhan kebutuhan dasar dapat segera disalurkan oleh pemerintah daerah.
"Anak muda harus menjadi pelopor dan agen perubahan. Mari bersama-sama menjaga kelestarian hutan, jangan membuka lahan dengan cara membakar, dan pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan agar bumi kita tetap hijau," kata Dicky menutup obrolan.(Julfan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....