Perempuan Sangihe Kembangkan Usaha Kue Lokal Bahan Dasar Sagu
- 22 Apr 2026 11:52 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April menjadi momentum untuk mengenang perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan peran perempuan. Semangat tersebut kini terus hidup dan diwujudkan oleh perempuan masa kini melalui berbagai bidang, termasuk dalam membantu perekonomian keluarga.
Hal itu disampaikan Ike Katiandagho, Owner Ike Cookies, dalam Dialog Interaktif di Pro 1 RRI Tahuna, Selasa 21 April 2026. Ia menegaskan bahwa perempuan saat ini tidak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga harus aktif dan produktif.
Menurut Ike, perempuan memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi keluarga tanpa meninggalkan tanggung jawab utama di rumah. Ia mencontohkan perjalanan usahanya yang berawal dari kegiatan sederhana di rumah.
Ike mengisahkan, dirinya mulai membuat kue kering sagu sejak pindah ke Kabupaten Kepulauan Sangihe pada 2016 mengikuti tugas suaminya yang merupakan anggota TNI. Dari situ, ia melihat potensi lokal berupa sagu yang melimpah.
Awalnya, kue kering sagu yang dibuat hanya untuk konsumsi keluarga. Namun, seiring waktu, tetangga dan orang sekitar mulai tertarik dan menanyakan apakah produk tersebut dijual.
Melihat tingginya minat, Ike mulai memproduksi dan menjual kue kering sagu dalam kemasan sederhana ukuran 500 gram dengan harga Rp50.000 per kemasan. Produk pertamanya adalah varian sagu keju.
Seiring perkembangan usaha, Ike terus berinovasi menciptakan berbagai varian rasa. Hingga kini, ia telah menghasilkan delapan varian kue kering sagu hasil racikan sendiri yang diminati masyarakat.
Ia juga menekankan penggunaan bahan baku lokal, yakni sagu yang dibeli langsung dari petani setempat. Proses pengolahan dilakukan secara tradisional, mulai dari penjemuran, pengayakan, hingga penyangraian sebelum diolah menjadi adonan kue.
Berbagai varian rasa yang dikembangkan antara lain pandan kenari, cokelat, durian, marmer, hingga nastar, dengan tetap mempertahankan bahan dasar sagu tanpa menggunakan tepung terigu.
Ike berharap kisahnya dapat menginspirasi perempuan lain, khususnya di daerah, untuk lebih kreatif dan berani memanfaatkan potensi lokal demi meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi daerah.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....