Strategi Pelaku UMKM, Kreatif dan Pantang Menyerah
- 05 Mar 2026 17:05 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di usia muda menuntut kreativitas sekaligus mental yang kuat. Hal ini ditegaskan oleh Claudia Langitan, pelaku UMKM kuliner asal Tahuna, dalam program "Sore Ceria" RRI Tahuna, Kamis (5/3/2026).
Menurut Claudia, peluang usaha saat ini terbuka lebar di berbagai bidang, mulai dari kuliner, fesyen, hingga jasa desain. Namun, ia tidak menampik bahwa dinamika bisnis selalu memiliki pasang surut yang harus disikapi dengan rasa syukur dan semangat tinggi.
"Semua tergantung jiwa anak muda, apakah mau terjun ke kuliner atau bakat lainnya. Untuk kuliner sendiri memang ada pasang surutnya, kadang ramai, kadang landai, tapi yang penting tetap konsisten agar orang semakin mengenal produk kita," ujar Claudia.
Dalam menjalankan usahanya yang fokus pada produk kudapan, Claudia mengandalkan kekuatan media sosial dan aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp. Strategi pemasaran daring ini dinilai sangat efektif untuk menjangkau pelanggan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe secara cepat.
Meski demikian, berjualan secara daring bukan tanpa risiko. Claudia menceritakan pengalamannya menghadapi tantangan "pesanan fiktif" atau pembeli yang tidak bertanggung jawab.
"Kita harus hati-hati di media sosial. Saya pernah mengalami pesanan yang sudah siap antar, tapi tiba-tiba nomor saya diblokir oleh pembeli. Itu salah satu risiko atau sisi minusnya jualan online," ungkapnya.
Menghadapi situasi merugikan tersebut, Claudia tidak memilih untuk menyerah. Ia justru memutar otak dengan melakukan aksi jemput bola. Untuk meminimalisir kerugian total, ia segera menawarkan produk yang batal dipesan tersebut secara langsung dari rumah ke rumah dengan harga promosi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....