Kisah Stephanie Kelola UMKM "Dapur Mama Wawu"
- 25 Apr 2026 13:25 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Menjalankan bisnis kuliner di wilayah pedesaan memiliki tantangan tersendiri dibandingkan di kota, terutama terkait jangkauan pasar dan daya serap produk yang terbatas. Namun, kreativitas dalam mengatur stok dan strategi penjualan menjadi pembeda antara usaha yang sekadar bertahan dan usaha yang berkembang.
Kisah inspiratif ini datang dari Stephanie Lawendatu, pemilik usaha kuliner yang telah eksis selama empat tahun di Kepulauan Sangihe. Saat berbicara di Pro2 RRI Tahuna pada Sabtu (25/4/2026), ia mengungkapkan dinamika mengelola produk fresh dengan risiko tinggi.
Ia tidak menampik adanya momen-momen sulit yang hampir membuatnya menyerah. Perbedaan jangkauan pasar di kampung yang terbatas membuat perputaran produk seringkali tidak menentu.
"Ada kalanya saya merasa down. Misalnya, saat menyediakan stok dessert, terkadang langsung habis hari itu juga, tapi pernah juga beberapa hari diposting tetap tidak laku sampai akhirnya sudah tidak layak jual. Di kampung, jangkauan kita memang tidak seluas di kota," kata Stephanie.
Kegigihannya untuk tidak hilang dari peredaran di tengah banyaknya pelaku usaha yang berhenti menunjukkan bahwa resiliensi adalah modal utama bagi pemuda kreatif di Sangihe. Ia berharap perjuangannya melalui label "Dapur Mama Wawu" dapat menginspirasi anak muda lainnya untuk tetap berinovasi meski di tengah keterbatasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....