Memahami Istilah Psikopat

  • 22 Sep 2024 21:14 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon : Ketika mendengar kata "psikopat," mungkin yang langsung terlintas di benak kita adalah individu dengan kepribadian dingin, sadis, atau kejam. Gambaran ini memang sering diperkuat oleh berbagai film dan media. Namun, faktanya tidak sesederhana itu. Psikopat sebenarnya bukan diagnosis resmi menurut The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th edition (DSM-5), melainkan istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada kondisi yang dikenal sebagai Antisocial Personality Disorder (ASPD).

Dalam dunia psikologi, istilah 'psikopat' sering kali disamakan dengan 'sosiopat.' Keduanya merujuk pada ASPD, yang mengacu pada gangguan kepribadian di mana penderitanya menunjukkan perilaku yang berlawanan dengan norma-norma sosial. Meski demikian, istilah 'antisosial' dalam ASPD sering memicu kesalahpahaman.

Sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Prakash Masand, seorang psikiater sekaligus pendiri Centers of Psychiatric Excellence, “Kebanyakan orang berasumsi bahwa ASPD menggambarkan orang yang pemalu, penyendiri, dan lain sebagainya. Padahal, ketika kami mengatakan ASPD, itu merujuk pada individu yang bertentangan dengan masyarakat, aturan, dan perilaku yang dianggap normal."

Dengan kata lain, seseorang dengan ASPD tidak selalu menunjukkan karakteristik penyendiri atau pemalu. Mereka bisa tampak seperti individu yang sangat normal dalam kehidupan sehari-hari, bahkan kadang sulit dikenali.

Tanda Tanda Antisocial Personality Disorder (ASPD)

ASPD adalah gangguan yang kompleks dan perilaku pengidapnya sering kali sangat manipulatif. Menurut Mayo Clinic, ada beberapa ciri atau perilaku yang dapat menjadi indikator bahwa seseorang memiliki ASPD. Berikut beberapa tanda yang bisa ditunjukkan pengidap ASPD:

  1. Kesulitan Menunjukkan Empati dan Rasa Penyesalan
    Orang dengan ASPD cenderung sulit merasakan empati terhadap orang lain. Mereka tidak merasakan penyesalan meskipun telah menyakiti atau memanipulasi orang di sekitar mereka.

  2. Tidak Mampu Membedakan Benar dan Salah
    Pengidap ASPD sering kali tidak memiliki pemahaman yang jelas mengenai nilai moral. Mereka cenderung tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

  3. Sering Memanipulasi dan Menyakiti Orang Lain
    Manipulasi menjadi salah satu ciri khas dari orang dengan ASPD. Mereka sering kali memanfaatkan orang lain untuk keuntungan pribadi, tanpa mempedulikan perasaan atau konsekuensi bagi orang lain.

  4. Tidak Peduli dengan Tanggung Jawab dan Keselamatan
    Individu dengan ASPD sering kali mengabaikan tanggung jawab sosial dan keselamatan orang lain, yang bisa berujung pada tindakan berisiko dan berbahaya.

  5. Sering Berbohong dan Memanfaatkan Orang Lain
    Kebiasaan berbohong atau menipu menjadi perilaku yang umum pada pengidap ASPD. Mereka tidak segan memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan mereka.

  6. Merasa Superior Dibandingkan Orang Lain
    Perasaan superioritas sering kali menjadi bagian dari kepribadian seseorang dengan ASPD. Mereka percaya bahwa diri mereka lebih baik daripada orang lain dan layak mendapatkan perlakuan khusus.

  7. Menunjukkan Perilaku Agresif, Kasar, atau Mengancam
    Pengidap ASPD cenderung agresif dan tidak segan-segan untuk menggunakan kekerasan atau ancaman demi mendapatkan apa yang mereka inginkan.

  8. Tidak Peka atau Menghargai Orang Lain
    Orang dengan ASPD umumnya tidak peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung tidak menghargai orang di sekitar mereka, menganggap orang lain sebagai objek yang dapat dimanfaatkan.

Memahami ASPD penting untuk menghindari stereotip dan kesalahpahaman tentang kondisi psikopat dan sosiopat. Tidak semua orang yang memiliki gangguan ini bertindak sadis atau kejam. Beberapa pengidap ASPD bahkan bisa sangat mahir menyembunyikan sifat manipulatif mereka di balik penampilan yang ramah dan menawan.

Mitos tentang psikopat sering kali menimbulkan ketakutan yang tidak perlu, sementara pengidap ASPD yang sebenarnya bisa mendapat bantuan jika didiagnosis dan ditangani dengan tepat. Masyarakat perlu meningkatkan pemahaman tentang kondisi ini agar dapat memberikan dukungan yang lebih baik kepada mereka yang membutuhkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....