Mahasiswi Polnustar Winelya Syane Ingatkan Pentingnya Aksi dari Hal Terkecil

  • 19 Sep 2026 17:22 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Kelestarian lingkungan hidup dan peran aktif generasi muda di Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali menjadi sorotan penting dalam ruang dialog publik. Kesadaran untuk menjaga keindahan alam daerah perbatasan diulas secara mendalam dalam program obrolan Spada Pro2 RRI Tahuna, Jumat (18/9/2026).

Menghadirkan mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Jurusan Teknologi Informasi Polnustar Semester 5, Winelya Syane Mangami Talau, diskusi pagi ini membedah berbagai persoalan ekologis aktual. Mahasiswi yang akrab disapa Wine ini mengungkapkan kekagumannya yang mendalam terhadap keindahan alam Sangihe, khususnya pesona pantai yang kerap ia jadikan tempat melepas penat.

Di balik keindahan alam yang luar biasa tersebut, ia tidak menepis rasa prihatin melihat masih maraknya persoalan sampah plastik yang berserakan di kawasan wisata. Selain masalah sampah, ancaman kerusakan lingkungan lain seperti bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga dinilai menuntut perhatian serius karena berdampak langsung pada polusi udara dan kerugian kebun masyarakat.

Menurutnya, sebagian besar kerusakan lingkungan yang terjadi di tengah masyarakat merupakan akibat langsung dari ulah tangan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap individu memiliki rasa tanggung jawab moral yang tinggi untuk merawat serta menanggung risiko atas kelestarian alam tempat mereka tinggal.

"Menurut saya, itu kembali kepada diri kita masing-masing. Kalau kita datang ke tempat wisata dan tidak menemukan tempat sampah, bukan berarti kita boleh membuang sampah sembarangan. Sampahnya sebaiknya dibawa pulang," ujar Winelya Syane.

Sebagai bentuk nyata kepeduliannya, Wine bahkan tidak segan untuk menegur secara langsung rekan terdekatnya yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Ia menilai kebiasaan kecil seperti membawa pulang sampah pribadi, menggunakan botol minum atau tumbler sendiri, serta mengurangi plastik sekali pakai memiliki dampak besar untuk mencegah penumpukan sampah yang lebih parah akibat peniruan perilaku orang lain.

Menutup perbincangannya, ia berpesan kepada seluruh anak muda Sangihe agar tidak melimpahkan seluruh tanggung jawab penjagaan lingkungan hanya kepada pihak pemerintah saja. Langkah nyata pemeliharaan ekosistem harus dimulai dari diri sendiri, lingkungan kampus, serta ruang pergaulan terdekat demi menjamin masa depan generasi mendatang. (Julfan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....