Dinas Pangan Sangihe Jaga Ketersediaan Pangan

  • 01 Sep 2026 12:18 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Sangihe terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam menjaga ketersediaan serta distribusi bahan pangan di wilayah kepulauan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Marthin Pudihang, S.Pi., M.Si., mengatakan koordinasi tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab kedinasan, khususnya dalam memastikan ketersediaan, distribusi dan cadangan pangan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Marthin dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Senin 31 Agustus 2026. Menurutnya, kondisi geografis Sangihe sebagai daerah kepulauan dengan keterbatasan lahan menyebabkan daerah masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, bahkan dalam kondisi normal.

"Ketergantungan tersebut semakin terasa di tengah kemarau berkepanjangan dan kondisi El Nino yang masih berlangsung. Marthin berharap kondisi iklim kembali normal pada Oktober sehingga curah hujan dapat mendukung aktivitas pertanian dan meningkatkan produksi pangan lokal," kata Pudihang.

Untuk membantu menekan kenaikan harga, khususnya komoditas cabai yang menjadi salah satu penyumbang inflasi, Dinas Ketahanan Pangan bersama Dinas Pertanian memanfaatkan lahan di Pananekeng untuk budidaya cabai.

"Penyiraman dilakukan setiap hari, bahkan pagi dan sore, mengingat kondisi cuaca yang kering. Jika tidak ada kendala, panen perdana dijadwalkan pada Selasa, 1 September 2026, dengan mengambil buah sulung, " ucajapnya.

Marthin menjelaskan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Cabang Bulog Tahuna untuk memastikan bahan pokok utama, khususnya beras, tetap tersedia. Sementara itu, petugas pangan bersama staf Dinas Perindag melakukan pendataan harga dan ketersediaan komoditas di lapangan, dengan Pasar Towo’e Tahuna menjadi salah satu sumber data utama.

Ia menambahkan, tingginya kebutuhan cabai masyarakat turut memengaruhi harga ketika pasokan terbatas. Karena pola konsumsi masyarakat Sulawesi Utara sudah sangat terbiasa menggunakan cabai dalam berbagai menu makanan, keterbatasan pasokan secara otomatis mendorong kenaikan harga sesuai mekanisme permintaan dan ketersediaan barang. Dinas Ketahanan Pangan bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan dan mengupayakan langkah kolaboratif agar kebutuhan pangan masyarakat Sangihe tetap terpenuhi.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....