Perintah untuk Mengasihi Allah dan Mengasihi Sesama Seperti Diri Sendiri

  • 31 Agt 2026 11:54 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen membagikan renungan Firman Tuhan dalam acara Mimbar Agama Katolik RRI Prosatu Tahuna yang terdapat dalam Injil Matius 22:34-40.

Ia menjelaskan, ketika orang-orang Farizi mencoba menguji Yesus dengan pertanyaan tentang perintah mana yang terutama dalam hukum Taurat, mereka menyodorkan sebuah perdebatan teologis yang amat rumit pada zaman itu.

"Ada ratusan aturan dan tradisi keagamaan yang saling tumpang tindih, namun Yesus tidak terjebak dalam perdebatan tekstual. Dengan sangat indah dan lugas Ia menyederhanakan seluruh tatanan hukum dan kitab para nabi ke dalam satu pilar utama yaitu kasih," ucapnya.

Menurut Febiyola, Yesus tidak hanya menyebutkan satu perintah, melainkan dua perintah yang tidak dapat dipisahkan. Perintah pertama dan yang terutama adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi.

Kata "segenap" menuntut penyerahan total bukan sisa-sisa waktu, energi atau kasih manusia. Allah tidak menginginkan formalitas ibadah yang kering, melainkan relasi yang mendalam dan personal dimana seluruh pusat kehidupan terarah kepada-Nya.

"Namun Yesus segera menyambungnya dengan hukum yang kedua yaitu mengasihi sesama seperti diri sendiri. Bagi Kristus, kasih kepada Allah yang abstrak harus terwujud secara konkret dalam kasih kepada sesama," ujarnya.

Febiyola mengatakan, umat Tuhan tidak bisa mengklaim mencintai Allah yang tidak kelihatan jika menutup mata dan hati terhadap sesama yang kelihatan terutama mereka yang menderita, terasing, atau bahkan mereka yang sulit dikasihi. (Herlien)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....