Keinginan Harus Sejalan dengan Kehendak Tuhan

  • 30 Agt 2026 18:59 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Manusia memang serba terbatas, tetapi keinginan dalam diri manusia seolah tidak terbatas. Ketika seseorang telah memiliki rumah, misalnya, muncul keinginan untuk mempercantik, memperluas, bahkan menambah rumah. Hal yang sama terjadi pada kendaraan. Ketika melihat kendaraan orang lain yang menurutnya lebih bagus, muncul keinginan untuk memiliki kendaraan baru.

Pendeta Gideon Tandayu, mengatakan memiliki keinginan bukanlah sesuatu yang salah. Namun, setiap keinginan perlu diarahkan kepada hal-hal yang positif. Keinginan yang positif dapat membawa kehidupan kepada kebaikan, sedangkan keinginan yang negatif dapat mengantarkan seseorang kepada hal-hal yang buruk.

Renungan tersebut mengangkat kisah Hana, istri Elkana, yang memiliki keinginan untuk mempunyai anak. Hana membawa keinginannya dalam doa dan memohon kepada Tuhan agar diberikan seorang anak laki-laki. Dalam doanya, Hana juga berjanji akan menyerahkan anak yang dilahirkannya untuk Tuhan.

"Tuhan kemudian mengabulkan doa Hana. Ia melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Samuel. Hana menepati janjinya dengan menyerahkan Samuel untuk melayani Tuhan. Samuel kemudian menjadi seorang nabi yang dipakai Tuhan untuk menyampaikan pesan-Nya kepada bangsa Israel,"ujarnya kepada rri.co.id.

Kisah Hana menjadi teladan bahwa setiap keinginan yang dibawa dalam doa perlu memiliki motivasi yang murni. Umat diajak menjadikan Allah sebagai pusat dari setiap keinginan, bukan sekadar mengejar kepuasan diri sendiri. Karena itu, setiap orang perlu memeriksa hati dan memastikan keinginannya sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki.

"Ketika keinginan atau doa belum dikabulkan, umat juga diajak untuk tetap percaya dan memeriksa kembali motivasinya. Keinginan boleh dimiliki, tetapi harus diarahkan untuk mendatangkan kebaikan dan kemuliaan bagi nama Tuhan,"ucapnya.

Melalui renungan tersebut, umat diingatkan bahwa keinginan bukan sesuatu yang harus dihilangkan, melainkan perlu dikendalikan dan diselaraskan dengan kehendak Tuhan. Dengan demikian, setiap keinginan yang diwujudkan dalam kehidupan dapat menjadi sarana untuk memuliakan nama Tuhan. (alvrina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....