Sensus Ekonomi 2026 Rekam Perubahan dan Potensi Ekonomi Sangihe

  • 30 Agt 2026 01:36 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Sensus Ekonomi merupakan kegiatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilaksanakan setiap 10 tahun untuk merekam perubahan kapasitas, struktur, dan perilaku ekonomi di suatu wilayah. Data tersebut menjadi gambaran perkembangan ekonomi selama satu dekade.

Kepada rri.co.id, Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswanto, mengatakan perubahan ekonomi Sangihe terlihat jika dibandingkan dengan kondisi saat Sensus Ekonomi 2016. Kapasitas ekonomi yang sebelumnya berada di kisaran Rp3 hingga Rp4 triliun, pada 2025 telah mencapai sekitar Rp6 hingga Rp7 triliun.

"Perubahan juga terjadi pada struktur ekonomi. Jika sebelumnya perekonomian Sangihe lebih dominan ditopang sektor pertanian dengan kontribusi sekitar 30 hingga 36 persen, kini sektor perdagangan mengalami perkembangan signifikan dan mulai mengimbangi sektor tersebut,"katanya.

Perubahan perilaku ekonomi juga terlihat dari semakin panjangnya aktivitas usaha. Jika pada 2016 sebagian besar kegiatan ekonomi berlangsung sekitar pukul 08.00 hingga 17.00, kini aktivitas ekonomi masih berlangsung hingga pukul 22.00 bahkan 23.00.

"Perubahan tersebut akan direkam melalui Sensus Ekonomi 2026 dan menjadi dasar perencanaan serta penyusunan kebijakan ekonomi, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Data tersebut juga dapat menjadi pertimbangan dalam pemberian stimulus dan bantuan ekonomi, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR),"ujarnya.

Eko Siswahto menjelaskan, peningkatan kapasitas ekonomi daerah berpotensi menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan kuota KUR. Sementara perubahan pola aktivitas ekonomi dapat menjadi informasi bagi investor untuk melihat peluang usaha baru, seperti kedai kopi dan sektor jasa lainnya yang memiliki pasar pada malam hari.

Data Sensus Ekonomi juga dapat menunjukkan sektor-sektor yang menjadi penopang utama perekonomian daerah serta sektor yang masih membutuhkan perhatian. Perkembangan sektor perdagangan dan industri dinilai dapat memberikan efek berganda terhadap sektor jasa. Salah satu perubahan yang terlihat adalah semakin luasnya penggunaan transaksi digital seperti QR dibandingkan kondisi pada 2016.

"Bagi pelaku UMKM dan masyarakat yang menjalankan usaha, Sensus Ekonomi 2026 dapat memberikan manfaat melalui pemetaan potensi ekonomi daerah. Data tersebut dapat digunakan untuk melihat sektor yang berpotensi dikembangkan, membuka peluang ekspansi usaha dan investasi, serta menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan usaha melalui berbagai program dukungan ekonomi, termasuk KUR,"ucapnya. (alvrina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....