Aktivitas Pelabuhan sementara Dipindahkan ke Peta

  • 15 Jul 2026 14:02 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Aktivitas tambat kapal penumpang dan sejumlah layanan kepelabuhanan untuk sementara dipindahkan dari Pelabuhan Tahuna ke Pelabuhan Peta. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah menjaga keselamatan pelayaran selama rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Tahuna dan kedatangan Kapal Tol Laut KM Logistik Nusantara 06.

Plt. Kepala KUPP Kelas II Tahuna, Mefrid Palanewen, ST, SH, MAP, dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Selasa 14 juli 2026, menjelaskan bahwa KM Logistik Nusantara 06 memiliki panjang sekitar 123 meter sehingga membutuhkan ruang tambat yang lebih besar. Kondisi itu membuat ruang sandar di Pelabuhan Tahuna menjadi terbatas dan berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran apabila seluruh kapal tetap beroperasi di lokasi tersebut.

Meski demikian, Mefrid menegaskan kapal cepat dan kapal-kapal dengan ukuran setara yang memiliki draft kecil tetap diizinkan beroperasi di Pelabuhan Tahuna. Sementara kapal dengan tonase lebih besar untuk sementara diarahkan beraktivitas di Pelabuhan Peta. Ia juga mengharapkan dukungan masyarakat terhadap kebijakan tersebut.

Menurutnya, pemindahan aktivitas kepelabuhanan bersifat sementara, yakni mulai 12 Juli hingga 18 Juli 2026 atau sampai aktivitas bongkar muat KM Logistik Nusantara 06 selesai. Apabila pekerjaan kapal logistik rampung lebih cepat, seluruh aktivitas akan kembali dipusatkan di Pelabuhan Tahuna. Kebijakan serupa juga direncanakan diterapkan kembali saat kapal tol laut bersandar pada bulan-bulan berikutnya hingga sekitar Oktober 2026.

Mefrid mengatakan, pemindahan sementara ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keselamatan penumpang dan barang, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan potensi Pelabuhan Peta sebagai alternatif pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Ia berharap aktivitas tersebut dapat menarik minat pelaku usaha maupun operator pelayaran untuk memanfaatkan Pelabuhan Peta di masa mendatang.

Ia menambahkan, secara operasional Pelabuhan Peta telah memenuhi standar keselamatan pelayaran. Selama kurang lebih tiga tahun terakhir, pelabuhan tersebut telah melayani aktivitas kapal penumpang, termasuk Kapal Sabuk Nusantara 69 dan beberapa kapal lainnya, sehingga dinilai siap mendukung pemindahan sementara aktivitas kepelabuhanan.

Mefrid mengakui kebijakan tersebut membawa dampak positif maupun negatif. Di satu sisi, perpindahan aktivitas diperkirakan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM dan pengemudi angkutan di sekitar Pelabuhan Peta. Di sisi lain, aktivitas ekonomi di Pelabuhan Tahuna untuk sementara akan berkurang. Namun, ia menilai kondisi tersebut bersifat sementara dan menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan pelayaran serta kelancaran pelayanan kepelabuhanan.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....