KUPP Intensifkan Sosialisasi Pemindahan Pelabuhan
- 15 Jul 2026 20:14 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna telah melakukan koordinasi dan sosialisasi sejak dua hingga tiga bulan sebelum diberlakukannya pemindahan sementara aktivitas tambat kapal penumpang dari Pelabuhan Tahuna ke Pelabuhan Peta. Sosialisasi menyasar agen pelayaran, buruh bagasi, instansi terkait, hingga masyarakat melalui dukungan media massa.
Plt. Kepala KUPP Kelas II Tahuna, Meifrid Palanewen, ST, SH, MAP, mengatakan berbagai persiapan dilakukan agar proses pemindahan berjalan lancar. Hal itu disampaikannya dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Selasa 14 juli 2026.
Meifrid menjelaskan, pada awal pelaksanaan pihaknya sempat berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menyediakan angkutan Damri bagi masyarakat. Namun layanan tersebut dihentikan setelah diketahui telah tersedia angkutan umum dengan trayek Tahuna–Peta, sehingga KUPP memilih mendukung operasional angkutan yang sudah ada.
Selain itu, KUPP juga menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait perpindahan sementara aktivitas pelabuhan. Menurut Meifrid, pihaknya akan terus memberikan sosialisasi secara langsung maupun melalui berbagai media agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai proses pemindahan tersebut.
Ia menambahkan, sebagian besar operator kapal mendukung kebijakan tersebut karena rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Tahuna dinilai penting untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan pelayaran. Sementara itu, tanggapan masyarakat cukup beragam, mulai dari memberikan dukungan hingga menyampaikan pertanyaan terkait mekanisme pemindahan, yang seluruhnya berupaya dijawab oleh KUPP.
Untuk rencana jangka panjang, KUPP Kelas II Tahuna telah menyelesaikan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Lipang pada tahun ini. Selain itu, pra studi kelayakan juga telah dilakukan untuk beberapa lokasi pelabuhan sebagai bagian dari rencana pengembangan pelabuhan baru yang mengacu pada rencana induk pelabuhan.
Di akhir dialog, Meifrid menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat pemindahan sementara aktivitas tambat kapal. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung kebijakan tersebut demi kelancaran rehabilitasi fasilitas pelabuhan, peningkatan pelayanan, serta terwujudnya keselamatan pelayaran di Kabupaten Kepulauan Sangihe.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....