HIV Tidak Langsung Timbulkan Gejala, Bisa Berkembang Bertahun-tahun

  • 30 Jun 2026 17:23 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe menjelaskan bahwa HIV tidak langsung menimbulkan gejala setelah seseorang terinfeksi, melainkan membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum menunjukkan tanda-tanda klinis.

Kepala Dinas Kesehatan Sangihe, Dokter Handry Pasandaran, ME, mengatakan virus HIV dapat berkembang dalam tubuh selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sebelum menyebabkan penurunan daya tahan tubuh secara signifikan.

Menurutnya, pada fase awal, penderita umumnya tidak menunjukkan gejala khas dan masih tampak seperti orang sehat pada umumnya.

“Gejala awal bisa berupa ruam pada kulit, demam yang hilang timbul, hingga penurunan berat badan, tetapi sering kali tidak khas dan mirip penyakit lain,” ucapnya dalam acara Dialog Interaktif di Prosatu RRI Tahuna.

Ia menambahkan, gejala yang lebih berat biasanya baru muncul ketika sistem kekebalan tubuh sudah melemah, ditandai dengan rendahnya sel CD4, sehingga penderita rentan terhadap berbagai infeksi oportunistik seperti gangguan paru, diare berkepanjangan, hingga penyakit kronis lainnya.

Dokter Handry juga menjelaskan bahwa seseorang yang terinfeksi HIV dapat membutuhkan waktu sekitar 2–3 tahun atau lebih untuk menunjukkan gejala awal, tergantung kondisi daya tahan tubuh masing-masing.

“Semakin kuat daya tahan tubuh, gejala bisa lebih lama muncul. Sebaliknya jika daya tahan tubuh menurun cepat, gejala bisa lebih cepat terlihat,” ujarnya.

Pentingnya pemeriksaan atau skrining HIV secara dini untuk mengetahui status kesehatan, mengingat pada tahap awal penyakit ini sulit dibedakan dengan kondisi kesehatan lainnya.

“Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan dan tidak menunda pemeriksaan bila memiliki faktor Risiko,”katanya. (julfan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....