BMKG Tegaskan Gempa Susulan Masih Mungkin Terjadi, namun Tidak Berpotensi Tsunami
- 08 Jun 2026 23:45 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Update informasi pukul 21.05 Wita, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Astrid Yesica Lasut, S.Tr, M.Si, menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai potensi gempa susulan yang akan terjadi pada pukul 00.00 Wita dan berpotensi menimbulkan tsunami adalah informasi tidak benar.
Astrid menjelaskan bahwa pascagempa magnitudo 7,7 yang terjadi sebelumnya, gempa susulan memang masih berpotensi terjadi dalam kurun waktu satu hingga dua minggu ke depan. Namun, waktu kejadian maupun besaran magnitudo gempa susulan tidak dapat diprediksi secara pasti.
“Gempa susulan memang masih akan terjadi, bahkan bisa sampai satu hingga dua minggu ke depan. Tetapi gempa bumi tidak bisa diprediksi, baik waktu kejadian maupun besaran magnitudonya. Potensi gempa susulan bisa berupa gempa yang dirasakan maupun yang tidak dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya dalam wawancara di Prosatu RRI Tahuna.
Terkait isu yang menyebutkan adanya potensi tsunami akibat gempa susulan, Ia memastikan hingga saat ini tidak ada potensi tsunami. Hal tersebut karena BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan setelah gempa utama terjadi.
“Setelah gempa besar yang berpotensi tsunami terjadi dan peringatan dini tsunami telah dinyatakan berakhir, maka dalam waktu dekat tidak ada lagi gempa yang berpotensi tsunami. Energi yang dikeluarkan oleh gempa utama sudah cukup besar dan saat ini dilepaskan secara bertahap melalui gempa-gempa susulan,” ucapnya.
Menurutnya, gempa susulan merupakan fenomena alam yang umum terjadi setelah gempa utama sebagai proses penyesuaian kondisi struktur batuan di sekitar sumber gempa.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Kepulauan Sangihe, agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG dan instansi pemerintah terkait.
“Mohon masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi. Pastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BMKG atau stakeholder terkait. Tetap tenang, namun tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan,” katanya. (alvrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....