Peringatan Tsunami Berakhir, Gelombang Sempat Terdeteksi di Tahuna dan Talengen

  • 08 Jun 2026 10:31 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami yang dikeluarkan pascagempa magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin 8 Juni 2026?pagi di wilayah Laut Sulawesi, barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Astrid Yesica Lasut, S.Tr., M.Si, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pengamatan BMKG, tsunami dengan ketinggian kecil sempat terdeteksi di sejumlah titik pantau di Sulawesi Utara, termasuk di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Memang sempat terjadi tsunami dengan ketinggian sekitar 0,30 meter di Tahuna dan 0,75 meter di Talengen. Namun saat ini BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami karena kondisi sudah dinyatakan aman,” kata Astrid.

Ia menjelaskan, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut terjadi pada pukul 06.37 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada koordinat sekitar 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur, atau sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna dengan kedalaman 105 kilometer. Gempa ini sempat memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan kawasan sekitarnya.

Meski peringatan dini telah dicabut, Astrid mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG maupun instansi terkait. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Sebelumnya, gempa tersebut menyebabkan masyarakat di sejumlah wilayah pesisir Sangihe melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi setelah BMKG mengeluarkan status siaga tsunami untuk wilayah Kepulauan Sangihe.

Dengan berakhirnya peringatan dini tsunami, aktivitas masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe mulai kembali normal, namun kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan tetap diperlukan. (Mm)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....