Burung Indonesia: Spesies Endemik Sangihe Hadapi Tantangan Ketersediaan Habitat
- 31 Mei 2026 21:17 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Keanekaragaman hayati merupakan elemen penting yang menopang kehidupan manusia. Menurutnya, berdasarkan regulasi di Indonesia, keanekaragaman hayati mencakup empat aspek utama, yakni ekosistem, spesies, genetik, dan pengetahuan tradisional.
Kepada rri.co.id, Conservation Program Officer Burung Indonesia, Ganjar Cahyo Aprianto, mengatakan seluruh aspek tersebut memiliki peran vital, mulai dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari hingga menjaga keberadaan spesies endemik yang unik.
Kabupaten Kepulauan Sangihe dikenal memiliki kekayaan hayati yang tinggi dengan sedikitnya 10 jenis burung endemik, tiga mamalia endemik, beberapa jenis amfibi serta sejumlah spesies capung dan kupu-kupu endemik. Namun, sebagian besar spesies tersebut saat ini masuk kategori terancam punah.
“Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh keterbatasan habitat di wilayah kepulauan yang memiliki luas daratan relatif kecil, sehingga ruang hidup manusia dan satwa sering kali saling bersinggungan,”ucapnya.
Aktivitas manusia masih menjadi ancaman terbesar terhadap keberlangsungan habitat satwa endemik. Praktik perburuan, pembukaan lahan untuk pertanian, serta perubahan pola pemanfaatan ruang menjadi faktor yang berdampak pada ketersediaan habitat.
“Meski demikian, Ia menilai masyarakat Sangihe sejak dahulu memiliki tradisi pengelolaan lahan yang cukup konservatif dan berperan dalam menjaga keberadaan spesies endemik hingga saat ini,”katanya.
Untuk itu, Burung Indonesia terus mendorong penerapan pola pertanian berkelanjutan di tingkat komunitas. Selain mendukung pelestarian lingkungan, pendekatan tersebut juga berkaitan dengan ketahanan pangan keluarga.
“Pentingnya memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga terlebih dahulu melalui hasil pertanian yang dikelola secara berkelanjutan, sebelum hasil produksi dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,”ujarnya. (julfan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....