Keberadaan Nelayan Pulau Nain Dikeluhkan Warga Tidore

  • 31 Mar 2026 22:19 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID.Tahuna- Pemerintah Kelurahan Tidore mediasi Pertemuan antara warga Tidore dengan nelayan Pulau Nain Kecamatan Wori Minahasa Utara.

Digelarnya pertemuan tersebut terkait adanya. Laporan warga Tidore yang merasa dirugikan dengan hadirnya nelayan pulau Nain.

Pertemuan yang berlangsung dikantor Lurah Tidore Selasa, 31 Maret 2026 dihadiri Camat Tahuna Tahuna Timur Johny Gantare, Sekretaris Dinas Perikanan Sangihe Julianus Dalengkade, dan Kapospol Pelabuhan Tahuna Muraid Rasubala.

Ketua RT 11 Aba Abdul mengatakan kehadiran nelayan pulau Main sudah mengambil wilayah penjualan ikan dengan harga lebih murah.

"Baru mengenai harga katanya disana murah Kong baku tindis saya ikut mereka karena kebiasaan dari atas turun ke bawah jadi kalau boleh mohon para pencari ikan menghormati orang yang ada di situ supaya nda kacau," ucapnya.

Sementara itu Ketua Lingkungan Satu Kelurahan Tidore Majid Jonathan menyatakan kehadiran nelayan pulau Nain tidak hanya mencari ikan tetapi juga membuka usaha penjualan kue.

Akhirnya terjadi kecemburuan sosial ditengah masyarakat.

"Saya sering jalan di lingkungan 1 dan masukan dari masyarakat Pak RW bagimana ini torang pe kukis so nyanda laku karena kiapa kong nyanda laku dorang torang pe sudara dari Nain itu so ba bekeng kukis napa kita pe kukis deng gunung gunung ini belum abis jadi itu yang saya sampaikan ini adalah kecemburuan sosial," ucapnya.

Menurut Camat Tahuna Timur Johny Gantare kehadiran nelayan pulau Nain awalnya tidak masalah karena aktifitas hanya mancing ikan tuna.

Namun yang menjadi masalah ternyata tidak hanya menjual ikan tetapi juga menjual kue dan nasi kuning sehingga mengurangi pendapatan warga Tidore.

Camat Gantare mengajak nelayan pulau Nain untuk kembali melakukan aktifitas sepeti biasa sejak awal tiba di Kelurahan Tidore menangkap ikan.

"Ketika bapak-bapak kemari diawalawalkan tidak ada masalah bapak-bapak pergi memancing ikan tuna tapi kalau sudah berkembang sudah ada yang jual kue sudah tidak sesuai dengan maksud dan tujuan bapak kesini karena usaha penangkapan ikan bukan penjual kue," ujarnya.

Sementara itu Lurah Tidore Rupiah Muthalib menghimnuankeoada nelayan pulau Nain agar aktifitas bongkar batu dan es jangan mengganggu waktu istirahat warga. (Alex.D)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....