Gempa Susulan Masih Terus Guncang Kawio, Warga Bertahan di Pengungsian
- 09 Jun 2026 20:17 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Warga Kampung Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, masih merasakan guncangan gempa susulan pascagempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Lindongan II Kampung Kawio, Semuel Mandanusa, mengatakan sejak gempa utama terjadi hingga Selasa dini hari sekitar pukul 00.00 WITA, wilayah Kampung Kawio masih terus diguncang gempa dengan intensitas yang bervariasi.
"Mulai kemarin sampai tadi malam jam 12, Kampung Kawio tetap diguncang oleh gempa bumi. Walaupun kekuatannya kadang-kadang kecil dan kadang-kadang besar, tetapi sepanjang hari kemarin masyarakat terus merasakan guncangan," kata Mandanusa dalam wawancara di Prosatu RRI Tahuna, Selasa 9 juni 2026.
Sebagian besar warga saat ini masih berada di lokasi pengungsian karena rumah yang mereka tempati dinilai tidak lagi aman untuk dihuni. Kampung Kawio sendiri terdiri dari dua pulau, yakni Pulau Kawio dan Pulau Kemboleng.
"Ia bersyukur Kampung Kawio memiliki lapangan sepak bola yang cukup luas sehingga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pengungsian. berdasarkan informasi yang diterimanya, warga di Pulau Kemboleng memilih mengungsi ke daerah pegunungan sejak gempa terjadi. Hingga kini mereka masih bertahan di lokasi yang dianggap lebih aman tersebut," ucap Mandanusa.
Kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa cukup signifikan. Sejumlah rumah mengalami kerusakan berat, mulai dari dinding yang retak hingga bangunan yang roboh. Ia berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dapat segera turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat dan tingkat kerusakan yang terjadi di wilayah kepulauan terluar tersebut.
"Kami memohon kepada pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat untuk melihat langsung keadaan masyarakat serta kerusakan yang dialami warga di sini, termasuk membantu pemulihan rumah-rumah yang rusak," ucapnya.
Selain bantuan perbaikan rumah, kebutuhan mendesak yang saat ini dibutuhkan warga adalah bantuan makanan dan logistik. Mayoritas penduduk Kampung Kawio berprofesi sebagai nelayan dan belum berani melaut karena masih dihantui rasa takut akibat gempa susulan yang terus terjadi.
"Yang paling kami perlukan sekarang adalah bantuan makanan. Sebagian besar masyarakat adalah nelayan dan belum bisa melaut untuk mencari nafkah karena masih takut dan belum mengetahui sampai kapan gempa susulan ini akan berlangsung," kata Mandanusa. (alvrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....