Festival Seni Budaya Pelka Bapak GMIST Perkuat Persaudaraan dan Budaya

  • 03 Okt 2026 10:42 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Festival Seni Budaya Daerah Gerejawi Pelka Bapak Sinode GMIST kembali dilaksanakan pada tahun 2026.

Setelah sempat tertunda selama beberapa tahun, kegiatan tahunan tersebut dipusatkan di Jemaat GMIST Imanuel Petta.

Pelaksanaan festival menjadi bagian dari rangkaian perjalanan pelayanan Jemaat GMIST Imanuel Petta yang saat ini menyongsong usia satu abad, momentum tersebut disambut penuh sukacita oleh jemaat dan masyarakat setempat.

Sekretaris Panitia Lokal Festival Seni Budaya Daerah Gerejawi Pelka Bapak Sinode, Penatua Mellia T.P. Kansil, M.Pd., kepada rri.co.id menyampaikan, festival ini diharapkan menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan membangun sukacita iman.

"Selain memperkuat kebersamaan antarjemaat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk melestarikan berbagai seni dan budaya daerah yang memiliki nuansa gerejawi, sehingga tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujarnya.

Jemaat GMIST Imanuel Petta juga menyambut pelaksanaan festival dengan penuh sukacita. Terlebih, kegiatan tersebut berlangsung bertepatan dengan perjalanan panjang pelayanan jemaat menuju usia 100 tahun.

"Festival ini Perjuga menjadi ruang perjumpaan antara jemaat dan masyarakat untuk bersama-sama menyaksikan serta menikmati berbagai bentuk seni budaya daerah dalam suasana kebersamaan, persaudaraan, dan sukacita iman," kata Kansil.

Di ketahui kegiatan dibuka pada 25 September 2026 selanjutnya dilanjutkan dengan berbagai perlombaan seni budaya gerejawi, di antaranya paduan suara, masamper, serta musik bambu.

Untuk kategori masamper, perlombaan dibagi dalam Seri A dan Seri B, masing-masing untuk kategori putra dan perempuan. Sementara itu, perlombaan musik bambu dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Likuang.

Melalui kegiatan tersebut, Festival Seni Budaya Daerah Gerejawi Pelka Bapak Sinode diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memperkuat persaudaraan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap seni dan budaya daerah dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.(Jumel)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....