Meneladani Yohanes Pembabtis, Setia dalam Kebenaran
- 27 Feb 2026 21:45 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen dalam acara Mimbar Agama Katolik membaca Firman Tuhan dalam Injil Markus 6 ayat 14-29. Ia menjelaskan, Yohanes Pembabtis dipenjara dan akhirnya dibunuh atas perintah Herodes karena Yohanes berani menegur Herodes yang hidup dalam dosa.
"Meski tahu resiko besar, Yohanes tetap setia pada kebenaran dan panggilannya sebagai nabi. Kisah ini mengingatkan kita bahwa mengikut Kristus tidak selalu berarti jalan yang mudah. Ada saatnya iman menuntut keberanian untuk bersuara meski konsekuensinya berat," ujar Febiyola
Ia mengatakan, Yohanes tidak memilih jalan aman melainkan jalan kebenaran. Ia rela kehilangan nyawa demi kesetiaan pada Allah. Herodes di sisi lain digambarkan sebagai sosok lemah yang tahu bahwa Yohanes benar dan suci bahkan sering mendengar pengajarannya.
"Namun Herodes lebih memilih mempertahankan gengsi dan memenuhi permintaan yang slah dari pada berdiri di pihak kebenaran. Kisah ini menjadi cermin bagi kita apakah kita lebih memilih kenyamanan dan popularitas atau berani berdiri tegak dalam kebenaran injil?," ucapnya.
Febiyola juga mengatakan, umatNya mungkin tidak menghadapi ancaman fisik seperti Yohanes, tetapi bisa menghadapi tekanan untuk berkompromi dengan niali-nilai dunia. Ketika kejujuran, keadilan dan kasih tampak sulit dipertahankan, injil ini mengingatkan bahwa kesetiaan Kristus adalah panggilan utama.
"Yohanes Pembabtis menjadi teladan keberanian sementara Herodes menjadi peringatan tentang kelemahan hati yang tunduk pada tekanban dunia," katanya.
Febiyola mengajak umat Tuhan meneladani Yohanes yang berani bersuara, setia pada kebenaran dan rela menanggung resiko demi Injil. Kesetiaan seperti inilah yang membuat hidup umat Tuhan menjadi kesaksian nyata akan kasih Alllah. (Herlien)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....