Batik Motif Kofo, Warisan Budaya Sangihe yang Terus Dikembangkan
- 03 Okt 2026 09:30 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Kain Kofo menjadi salah satu produk lokal Kabupaten Kepulauan Sangihe yang memiliki nilai adat, budaya, sekaligus menjadi bagian dari warisan leluhur masyarakat setempat.
Kain Kofo menggunakan bahan utama serat pisang abaka yang memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri. Keberadaan kain berbahan serat alam ini hingga kini terus dilestarikan dan diperkenalkan sebagai salah satu identitas budaya daerah.
Upaya memperkenalkan Kain Batik Kofo dilakukan melalui berbagai kegiatan dan event, baik di tingkat Kabupaten Kepulauan Sangihe maupun pada kegiatan berskala nasional.
Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dr. Sonny Kapal, mengatakan Batik Kofo merupakan salah satu kekayaan budaya daerah yang perlu terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas.
Menurutnya, pengembangan Kain Batik Kofo tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatannya oleh masyarakat.
“Batik dari kain Kofo merupakan kekayaan daerah yang terus dikembangkan agar dapat digunakan secara luas oleh masyarakat,” ujar Sonny.
| Baca juga: Tahuna Jadi Jembatan Pariwisata Perbatasan |
Pengembangan dan promosi Kain Batik Kofo diharapkan dapat memperkuat eksistensi warisan budaya Sangihe sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi.
Dengan karakteristik yang khas dan bahan dasar serat pisang abaka, Kain Batik Kofo menjadi salah satu produk budaya yang merepresentasikan kekayaan tradisi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Anthon)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....