Kahutla Kawasan Gunung Api Awu kini Fokus di Kendahe dan Tabut
- 14 Sep 2026 19:58 WIB
- Tahuna
RRI .CO.ID, Tahuna – Hari kesembilan, Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Api Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, kini fokus penanganan nya di 2 wilayah Kecamatan, Kendahe dan Tabukan Utara.
Belum padam sepenuhnya api yang membakar kawasan gunung api Awu antisipasi terus dilakukan agar tidak terjadi perluasan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperketat penjagaan dan melokalisasi titik api di dua kecamatan terdampak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Ch. Labesi, mengungkapkan bahwa sejumlah titik api masih terus dipantau secara intensif karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
| Baca juga: Gunung Api Awu Sangihe Turun Level 2 Waspada |
"Kahutla di area Gunung Api Awu, situasinya masih terus berlangsung. Sampai hari ini masih ada titik-titik api yang perlu kita waspadai bersama, baik oleh pemerintah, TNI, Polri, maupun para pemerintah Kecamatan dan pemerintah Kampung, " ujar Wandu saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026).
Sebagai langkah taktis, pemerintah daerah telah mendirikan posko siaga di masing-masing kampung pada dua kecamatan tersebut. Posko ini berfungsi sebagai pusat kendali logistik dan fasilitas bagi para relawan, personel TNI, serta Polri yang bertugas di lapangan.
Selain itu menindaklanjuti instruksi Bupati, tim gabungan bersama pemerintah setempat kini fokus membuat sekat pembatas atau kanal darurat. Kanal ini memisahkan area hutan ilalang yang terbakar dengan kawasan perkebunan warga.
"Kesulitannya yaitu kondisi topografi alam yang berbukit-bukit menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Oleh karena itu, kebijakan pimpinan adalah membuat semacam kanal untuk membatasi lahan perkebunan dari rumput ilalang. Ini penting agar ketika api menjalar, tidak merusak komoditas perkebunan masyarakat," jelas Wandu.
Pengawasan damak kebaaran juga diperketat dengan memberlakukan sistem piket 24 jam yang melibatkan warga setempat secara bergilir.
Selain upaya teknis di lapangan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga menempuh pendekatan spiritual dan budaya. Pada Minggu sore, pemerintah menggelar doa bersama lintas agama serta melaksanakan ritual adat guna memohon keselamatan dan kelancaran proses pemadaman.
Wandu juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel TNI, Polri, relawan, dan warga yang terus berjuang melawan api di medan yang sulit.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memastikan penanganan karhutla ini terus dipantau oleh otoritas yang lebih tinggi. Laporan perkembangan situasi (progres report) dikirimkan secara berkala setiap hari.
"Kami melaporkan perkembangan kondisi ini setiap hari kepada Pemerintah Provinsi melalui BPBD Provinsi, serta ke Pemerintah Pusat melalui BNPB," pungkasnya.
(Anthon)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....