Patroli Hutan Diperkuat Cegah Karhutla Sangihe

  • 07 Agt 2026 21:03 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Konsep BUPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Unit III Sangihe Talaud Sitaro terus meningkatkan patroli di kawasan hutan sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Patroli dilakukan di sejumlah titik yang dinilai rawan, terutama pada musim kemarau.

Kepala Unit Operasi Polisi Kehutanan UPTD KPH Unit III Sangihe Talaud Sitaro Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Iskandar Mashanafi, SH, mengatakan patroli difokuskan di kawasan hutan Sainer Lubang Dua yang diakses melalui Kampung Bira serta kawasan Bukide di Kecamatan Tabukan Selatan. Jalur yang dipilih merupakan lokasi yang mudah dijangkau petugas untuk pengawasan rutin.

Dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Jumat 7 Agustus 2026, Iskandar menjelaskan bahwa kondisi kawasan hutan di Kabupaten Kepulauan Sitaro didominasi tanaman pala yang juga memiliki fungsi konservasi. Menurutnya, tanaman pala berperan penting dalam menahan dan menyimpan air sehingga tetap mendukung kelestarian lingkungan.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Talaud, sebagian kawasan hutan lindung telah dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, Kementerian Kehutanan melalui UPTD KPH menerapkan program perhutanan sosial dengan membentuk kelompok masyarakat agar tetap dapat mengelola lahan secara legal sekaligus menjaga kelestarian hutan.

Iskandar menambahkan, ancaman utama terhadap kawasan hutan saat ini adalah kebakaran hutan dan lahan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kampung Bira dan akan dilanjutkan di Kelurahan Angges. Kedua wilayah diprioritaskan karena memiliki hamparan alang-alang yang mudah terbakar.

Selain pembentukan MPA, petugas juga memasang papan peringatan di sejumlah kawasan hutan yang berisi larangan merambah hutan, membakar lahan, serta membuang puntung rokok sembarangan. Upaya ini dilakukan untuk melindungi ekosistem hutan beserta satwa yang hidup di dalamnya, termasuk kawasan hutan lindung Gunung Awu yang menjadi jalur pendakian.

Iskandar menyebut masyarakat Kampung Bira memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Sosialisasi yang dilaksanakan bersama Burung Indonesia mendapat respons positif karena warga menyadari bahwa kebakaran hutan dapat mengancam kebun cengkih dan kelapa yang menjadi sumber penghidupan mereka. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra konservasi diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan karhutla di wilayah Sangihe, Talaud, dan Sitaro.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....