Hari Kartini 2026: Perempuan Jadi Pendingin Informasi SARA
- 21 Apr 2026 09:58 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada Selasa (21/4/2026), makna emansipasi kini bergeser ke arah perjuangan menjaga kedamaian dan moderasi beragama. Generasi muda, khususnya kaum perempuan, didorong untuk memiliki kecerdasan beragama agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoax) yang berbau sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di media sosial.
Hal tersebut ditegaskan oleh Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SMP Negeri 6 Satu Atap Tamako, Mirce Meitti Gahagho, M.Pd.K., dalam program Obrolan Spada di Pro2 RRI Tahuna.
Ia menjelaskan bahwa untuk menjadi pribadi yang cerdas beragama di era modern, seseorang harus memiliki tiga pilar utama. Pertama adalah memiliki dasar pemahaman kitab suci yang kuat, kedua mampu berpikir kritis terhadap informasi, dan yang terpenting adalah mengedepankan kasih dalam tindakan nyata.
"Iman itu bukan sekadar ikut-ikutan, tetapi benar-benar menjadi pilihan hidup. Di tengah banjir informasi saat ini, Kartini masa kini tidak boleh gampang percaya begitu saja pada hal-hal yang belum tentu benar. Harus dicek dulu kebenarannya," ujar Mirce kepada rri.co.id.
Lebih lanjut, menyikapi banyaknya perdebatan agama di platform digital seperti TikTok dan Instagram, Mirce menyarankan agar masyarakat tidak terpancing emosi. Menjawab dengan sopan atau memilih untuk diam dinilai sebagai langkah yang jauh lebih elegan dan sesuai dengan ajaran iman.
Menurutnya, inklusivitas iman mengajarkan bahwa semua orang berharga di hadapan Tuhan, sejalan dengan perjuangan Raden Ajeng Kartini yang memperjuangkan kesetaraan dan martabat manusia. Dengan demikian, pengguna media sosial diharapkan mampu membawa kesejukan alih-alih menambah konflik digital. (Julfan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....