Hari Hutan Jadi Momentum Refleksi Lingkungan

  • 07 Agt 2026 21:02 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Peringatan Hari Hutan Indonesia menjadi momentum bagi masyarakat untuk merefleksikan sejauh mana kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam. Refleksi tersebut dinilai penting karena berbagai persoalan lingkungan, termasuk krisis iklim, fenomena El Nino, hingga dampak ekonomi, saling berkaitan dengan kondisi ekosistem hutan.

Hal itu disampaikan Conversation Program Officer Burung Indonesia, Ganjar Cahyo Aprianto, dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Jumat 7 Agustus 2026. Menurutnya, peringatan lingkungan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi pengingat untuk mengevaluasi tindakan positif terhadap alam.

Ganjar mengatakan, hutan merupakan ekosistem dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, mulai dari burung, mamalia, hingga berbagai mikroorganisme yang saling menopang keseimbangan alam. Kerusakan hutan akan memicu munculnya berbagai krisis yang kini mulai dirasakan masyarakat.

Ia menjelaskan, salah satu dampak nyata adalah perubahan pola cuaca yang semakin sulit diprediksi. Musim hujan maupun musim kemarau tidak lagi berlangsung sesuai pola sebelumnya sehingga memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.

Menurut Ganjar, kondisi tersebut juga dirasakan masyarakat di Kepulauan Sangihe. Banyak warga telah mendiami kawasan jauh sebelum penetapan kawasan hutan negara, sehingga kini dihadapkan pada dilema antara memenuhi kebutuhan hidup melalui pengelolaan lahan atau mematuhi aturan kawasan hutan.

Ia menambahkan, solusi yang dapat ditempuh adalah melalui skema perhutanan sosial, sehingga masyarakat tetap dapat mengelola kawasan secara legal dan berkelanjutan. Sementara itu, fenomena El Nino yang terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali diperkirakan akan terus memberikan dampak terhadap wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik, termasuk Sangihe.

Ganjar menegaskan, menjaga hutan berarti menjaga keberlangsungan sumber daya air. Menurutnya, hutan berfungsi sebagai penyimpan cadangan air yang sangat vital bagi kehidupan. "Kalau ekosistem hutan tidak terjaga, masyarakat kepulauan bisa menghadapi krisis air dalam waktu singkat. Air tidak memiliki pengganti bagi kehidupan, sehingga menjaga hutan sama artinya dengan menjaga masa depan masyarakat," ujarnya.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....