Cuaca Sangihe Diprediksi Cerah Berawan, Gelombang Capai 2,5 Meter
- 14 Sep 2026 11:47 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Christian Adi Putra, S.Tr, menyampaikan prakiraan cuaca di Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Senin, 14 September 2026, secara umum berawan hingga berawan tebal pada pagi hari. Kondisi ini diperkirakan berlangsung di sejumlah wilayah.
"Memasuki siang hingga sore hari, cuaca di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Sementara pada malam hingga dini hari, kondisi cuaca secara umum diprediksi masih cerah berawan hingga berawan,"katanya dalam acara Info BMKG di Prosatu RRI Tahuna.
Untuk suhu udara, diperkirakan berada pada kisaran 25 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 55 hingga 89 persen. Angin secara umum bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan 4 hingga 36 kilometer per jam.
Sementara itu, kondisi perairan Kepulauan Sangihe perlu mendapat perhatian masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut. Tinggi gelombang diprakirakan berada pada kategori sedang, yakni berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
"Cuaca di wilayah perairan secara umum diprakirakan berawan hingga berawan tebal. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan antara 12 hingga 36 kilometer per jam, sehingga masyarakat yang beraktivitas di laut diimbau tetap memperhatikan kondisi cuaca,"ucapnya.
BMKG Naha juga menyampaikan bahwa wilayah Kepulauan Sangihe saat ini memasuki periode musim kemarau. Kondisi tersebut, ditambah fenomena El Nino yang sedang berlangsung, dapat menyebabkan cuaca cenderung lebih kering, curah hujan berkurang, serta angin bertiup cukup kencang.
Kondisi cuaca yang lebih kering tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, BMKG Naha dihimbau masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan, pembukaan atau pembebasan lahan dengan cara dibakar, serta pembakaran sampah secara terbuka. Apabila menemukan titik api, warga diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti sebelum api meluas,"ujarnya. (alvrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....