Sekjen Ossy Paparkan Strategi ATR/BPN Lindungi Lahan Pertanian Demi Kedaulatan
- 03 Jul 2026 14:25 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID,Tahuna - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan, menjadi pembicara Seminar Nasional Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional P4N LXIX Tahun 2026, Kamis, 2 Juli 2026.
Seminar yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia mengangkat tema membangun kedaulatan pangan nasional melalui tata kelola, inovasi teknologi pertanian, serta penguatan human capital nasional.
Dalam pemaparannya, Ossy menjelaskan penyusutan luas lahan sawah Indonesia masih mencapai sekitar 60.000 hingga 80.000 hektare setiap tahun sehingga membutuhkan langkah perlindungan berkelanjutan bersama.
Menurutnya, Kementerian ATR/BPN menargetkan sebanyak 87 persen Lahan Baku Sawah nasional ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau LP2B pada tahun 2029 mendatang.
Di hadapan 277 peserta dari TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara, Ossy menegaskan perlindungan lahan pertanian membutuhkan implementasi kebijakan secara konsisten hingga daerah seluruh Indonesia.
"Kementerian ATR/BPN telah menerbitkan moratorium alih fungsi lahan, Surat Edaran Menteri, serta Surat Edaran Bersama Menteri Dalam Negeri guna memperkuat pengendalian alih fungsi lahan,"ujar Ossy dilansir Humas Kantah Sangihe.
Ia menjelaskan gubernur diharapkan memastikan 87 persen Lahan Baku Sawah ditetapkan sebagai LP2B kemudian diusulkan kepada Kementerian ATR/BPN untuk diintegrasikan ke dalam rencana tata ruang.
Implementasi kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil positif setelah jumlah pemerintah daerah pengusul Surat Keputusan LP2B meningkat dari 73 menjadi 93 daerah hanya sepuluh hari.
Pada seminar tersebut, Ossy menjadi panelis bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan Perikanan I Nyoman Radiarta, serta Kepala BMKG.(Jumel)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....