Mukjizat Lima Roti dan Dua Ikan
- 26 Apr 2026 22:21 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Kisah Mukjizat tentang lima roti dan dua ikan menceritakan terjadinya penggandaan makanan dari kekurangan menjadi kelimpahan. Di awal kisah ada fenomena orang banyak mengikut Yesus, sebelumnya meraka telah menyaksikan mukjizat.
"Karena terobsesi dengan keinginan untuk memperoleh mukjizat, orang-orang itu mengikuti Yesus hingga ke atas gunung bahkan mereka tidak memikirkan soal bekal makanan," kata Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen dalam acara Mimbar Agama Katolik.
Ia menjelaskan, dalam situasi kritis karena tidak adanya makanan untuk orang banyak, Yesus tidak tinggal diam dan kembali melakukan mukjizat. Lima roti dan dua ikan yang seharusnya hanya cukup untuk makan dua atau tiga orang saja akhirnya bisa mencukupi kebutuhan pangan lima ribu orang lebih bahkan tersisa 12 bakul penuh.
"Melihat ini orang-orang menyimpulkan bahwa Yesus bukan hanya dapat menyembuhkan mereka dari penyakit, melainkan berkuasa pula menjamin kelangsungan kehidupan mereka di dunia. Tidak ada lagi kelaparan dan penderitaan," katanya.
Orientasi dan fokus mereka memang terbatas pada hal-hal duniawi saja kata Febiyola yakni kesejehteraan raga atau fisik. Karena itulah mereka lalu bermaksud memaksa Yesus untuk menjadi raja mereka.
Ia lanjut menjelaskan, dibalik mukjizat dapat ditemukan tiga makna penting dari sikap dan perilaku Yesus. Yang pertama Yesus peduli, kedua Yesus ingin manusia selalu ingat untuk bersyukur dan ketiga Yesus menolak menjadi raja dunia karena hal itu tidak sesuai dengan misiNya. (Herlien)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....