Jumat Agung Umat Tunduk Diri dalam Penghormatan Salib
- 03 Apr 2026 17:12 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Pelaksanaan liturgi Jumat Agung di Gereja Katolik St Yohanes Rasul Tahuna berlangsung khidmat, saat umat Katolik mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus. Suasana hening menyelimuti gereja sejak awal ibadat, mencerminkan penghayatan mendalam akan makna pengorbanan Kristus di kayu salib.
Rangkaian ibadat Jumat Agung diawali dengan liturgi sabda yang mengangkat kisah sengsara Yesus menurut Injil Yohanes. Umat diajak untuk merenungkan penderitaan Kristus sebagai wujud kasih yang tanpa batas bagi keselamatan umat manusia.
Puncak perayaan tampak dalam prosesi penghormatan salib, satu per satu umat maju ke depan, menundukkan diri sebagai tanda hormat dan iman kepada Kristus yang telah wafat di salib. Momen ini berlangsung penuh haru, dengan iringan nyanyian liturgi yang mendalam.
Pastor Jacob Adilang dalam homilinya mengajak umat untuk tidak hanya memaknai salib sebagai simbol penderitaan, tetapi juga sebagai tanda kemenangan kasih. Ia menekankan bahwa pengorbanan Kristus hendaknya menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
"Jumat Agung bukan sekadar peringatan, melainkan momentum refleksi iman. Umat diajak untuk berani memikul salib kehidupan masing-masing dengan penuh kesetiaan dan pengharapan kepada Tuhan" kata Pastor.
Selain itu, umat juga diingatkan untuk menjaga semangat persaudaraan dan kasih di tengah kehidupan bermasyarakat. Nilai pengorbanan dan kerendahan hati yang ditunjukkan Kristus diharapkan dapat dihidupi dalam relasi sosial sehari-hari.
Liturgi Jumat Agung di Tahuna ini pun ditutup dalam suasana hening, tanpa berkat penutup, sesuai tradisi Gereja Katolik. Umat meninggalkan gereja dengan hati yang teduh, membawa refleksi mendalam akan kasih dan pengorbanan Kristus.(OJ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....