Refleksi Iman : Ketulusan Maria dapat Memberi tanpa Pamrih
- 31 Mar 2026 17:05 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen, menyampaikan refleksi dalam program Mimbar Agama Katolik di Prosatu Tahuna, terinspirasi dari Injil Yohanes 12:3 tentang tindakan Maria yang mengurapi kaki Yesus.
Maria memberikan setengah liter minyak narwastu murni yang sangat mahal untuk meminyaki kaki Yesus, lalu menyekanya dengan rambutnya hingga harum memenuhi seluruh rumah. Tindakan itu menjadi simbol kasih, kerendahan hati, dan penghormatan total kepada Tuhan.
Menurut Febiyola, sikap Maria berbeda dengan Yudas Iskariot yang menganggap tindakan tersebut sebagai pemborosan. Padahal, kritik itu muncul dari hati yang tidak tulus.
“Maria memberi yang terbaik tanpa perhitungan, sementara Yudas justru menyembunyikan kepentingan pribadi di balik alasan sosial,” ujar Febiyola.
Ia menegaskan, pesan Injil mengajak umat untuk tidak terjebak dalam sikap menghitung untung-rugi dalam melayani, melainkan berani memberi dengan tulus dan penuh kasih.
Refleksi ini menjadi pengingat bagi umat agar meneladani Maria—memberikan waktu, perhatian, dan hidup sepenuhnya bagi Tuhan dan sesama tanpa pamrih.(Arsitini)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....