Kenali "Bendera Merah" Lingkungan, Waspada Titik Rawan Bencana
- 25 Feb 2026 14:15 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Ancaman bencana alam sering kali memberikan sinyal melalui tanda-tanda kecil yang kerap diabaikan oleh masyarakat. Dalam program Obrolan Spada Pro2 RRI Tahuna, Rabu (25/2/2026), narasumber Dicky Lungkang memaparkan pentingnya mengenali "Bendera Merah" atau sinyal bahaya di lingkungan sekitar sebagai upaya mitigasi mandiri.
Menurut Dicky, refleks terhadap kondisi lingkungan harus dibangun sejak dini agar masyarakat tidak hanya sekadar panik saat bencana benar-benar terjadi.
Langkah awal dalam mengenali potensi bahaya adalah dengan memperhatikan perubahan fisik di sekitar tempat tinggal. Bagi warga yang bermukim di daerah perbukitan atau lahan miring, munculnya retakan tanah serta posisi pohon atau tiang listrik yang mulai miring merupakan "kode" bahwa struktur tanah sedang tidak stabil.
"Kita harus tahu, tempat yang kita tinggali punya sejarah bencana tidak? Caranya mudah, bertanyalah pada tetangga yang sudah lama bermukim. Jika setiap musim hujan selalu banjir, kita harus evaluasi, apakah karena selokan tersumbat atau memang faktor geografis," ujar Dicky Lungkang.
Ia menyoroti beberapa titik di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang memerlukan perhatian ekstra, terutama di wilayah Kelurahan Sawang Bendar, Kelurahan Santiago, dan area Pasar Towo. Di wilayah-wilayah ini, sering terjadi kombinasi fenomena alam yang mengakibatkan banjir rob.
"Ketika musim hujan bertepatan dengan air laut pasang atau 'bulan besar', air menjadi stagnan dan tidak punya jalan keluar. Di wilayah Tahuna Timur dan Tahuna Induk, khususnya kompleks perkantoran seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata, hujan sedang selama 30 menit saja sudah cukup untuk memicu genangan. Kami mengimbau warga segera bersiaga jika hujan turun lebih dari setengah jam," kata Dicky.
Salah satu fakta menarik yang diungkap dalam obrolan tersebut adalah masalah elevasi infrastruktur. Dicky menjelaskan bahwa seringkali pembangunan jalan aspal yang terus dilapis membuat posisi jalan semakin tinggi, sementara lantai rumah warga tetap pada posisi semula.
Kondisi ini tanpa disadari menciptakan potensi bencana genangan karena rumah berada lebih rendah dari saluran pembuangan utama di pinggir jalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....