Tiga Tahun Desstrong Parera jadi Nakes Beranda Utara

  • 03 Mar 2026 00:32 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Di tengah kecenderungan generasi muda yang memilih kenyamanan bekerja di wilayah perkotaan, seorang putra daerah justru memilih jalan berbeda. Desstrong J. Parera, A.Md.AK, seorang Ahli Madya Analis Kesehatan, telah mendedikasikan dirinya selama 3 tahun 8 bulan bertugas di wilayah perbatasan paling utara Indonesia, tepatnya di Pulau Marore.

Dalam program Obrolan Spada di Pro2 RRI Tahuna bertajuk "Kita Indonesia", Senin (2/3/2026), Desstrong membagikan pengalamannya menjaga garda terdepan kesehatan di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Filipina tersebut.

Baginya, mengabdi di pulau terluar bukanlah sebuah beban, melainkan kesempatan untuk belajar dan mengenal karakter masyarakat lebih dalam. Ia mengakui bahwa tantangan geografis dan jauh dari keluarga adalah hal yang nyata, namun motivasi untuk membangun daerah jauh lebih besar.

"Sebagai anak muda, saya merasa kita butuh banyak pengalaman dan pembelajaran. Memang kebanyakan anak muda sekarang lebih suka kenyamanan daripada jauh dari rumah, tapi bagi saya, masa muda adalah waktu untuk mengabdi bagi negara dan belajar mengenal orang lain lebih banyak," ujar Desstrong.

Berbeda dengan tenaga laboratorium medis di rumah sakit besar yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, tugas Desstrong di Puskesmas Marore menuntutnya untuk lebih proaktif. Ia sering kali harus terjun langsung ke tengah masyarakat untuk melakukan skrining kesehatan.

Sebagai seorang Teknologi Laboratorium Medik (TLM), perannya sangat krusial dalam mendeteksi dini penyakit menular yang masih menjadi tantangan di wilayah perbatasan.

Meskipun harus menghadapi keterbatasan fasilitas jika dibandingkan dengan kota besar, Desstrong mengaku tetap menikmati profesinya. Baginya, melihat masyarakat perbatasan sehat adalah kepuasan batin yang tidak ternilai dengan materi.

Rekomendasi Berita