Penjelasan Manajemen Solo Safari, Orang Utan Didi Akali Pengamanan Exhibit

  • 19 Agt 2026 19:58 WIB
  •  Surakarta


RRI.CO.ID, Surakarta - Orang utan jantan bernama Didi berhasil keluar dari exhibit Solo Safari pada Selasa 18 Agustus 2026 sore. Satwa tersebut diduga memanfaatkan benda di sekitar kandang untuk melewati sistem pengamanan berlapis.

General Manager (GM) Solo Safari Miyana Harikna mengatakan, Didi memiliki rasa penasaran yang tinggi sehingga mampu mencari celah dari sistem pengamanan yang diterapkan di exhibit.

"Kalau detailnya ini memang kami tadi sudah ketahuan bahwa dia itu memanjat sama melepas elektrik pengaman di situlah intinya. Karena dia pengamanan kami itu kan berlapis," ujar Miyana kepada wartawan, Rabu 19 Agustus 2026.

Didi diketahui ditempatkan bersama orang utan lainnya di sebuah exhibit berbentuk mini island yang berada di tengah danau Solo Safari. Menurut Miyana, Didi juga masih memiliki anak berusia sekitar dua tahun yang masih menyusu kepada induknya.

"Memang dia kayak inilah. Jantan lebih, lebih oke. Anaknya masih dua tahunan, dia baru ini, masih punya baby kok, masih menyusui itu mamanya," ucapnya.

Petugas Solo Safari mengetahui Didi tidak lagi berada di exhibit sekitar pukul 15.10 WIB. Tim kemudian melakukan pencarian dan mengerahkan petugas internal yang memiliki kompetensi dalam menangani satwa.

Didi berada di luar exhibit selama kurang lebih 30 menit. Setelah melalui proses pencarian dan penanganan, satwa tersebut berhasil diamankan sekitar pukul 16.40 WIB.

"Setelah kondisi semuanya terkendali, kami melakukan evaluasi menyeluruh karena kurang lebih 16.40 satwa sudah berhasil di-rescue," ujar Miyana.

Manajemen Solo Safari juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat di sekitar Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo atas kejadian tersebut. Pihak pengelola memahami keberadaan orang utan di luar exhibit dapat menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan.

Sementara itu, Kurator Satwa Solo Safari Muhammad Nurhudayanto menjelaskan, sistem pengamanan di sekitar exhibit Didi telah dirancang berlapis sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Taman Safari Group.

Lapisan pengamanan tersebut dimulai dari parit kering atau gutter, kemudian pagar beraliran listrik atau electric fence. Di bagian berikutnya terdapat pulau buatan dan danau dengan lebar sekitar tujuh meter.

Tanto memastikan sistem kelistrikan dalam kondisi normal saat kejadian. Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh peralatan dan tidak ditemukan korsleting maupun kabel yang rusak.

"Kami sudah mengecek semua peralatan, dan fungsi elektrik kemarin menyala dan normal. Tidak ada korsleting atau kabel yang rusak," katanya.

Menurut Tanto, kecerdasan Didi menjadi salah satu faktor yang membuat satwa tersebut mampu mencari cara untuk melewati pengamanan. Ia menduga orang utan itu menggunakan ranting atau benda lain yang sebelumnya disembunyikan di dalam exhibit.

"Kecerdasan orang utan itu setara dengan anak manusia usia enam tahun, jadi dia sangat pandai," ujarnya.

Tanto menjelaskan, Didi diketahui memiliki kebiasaan menyembunyikan ranting maupun batu di dalam tanah. Benda-benda tersebut kemudian dapat digunakan ketika tidak ada petugas yang mengawasi.

"Dia itu paham bahwa ranting bisa digunakan untuk meredam atau nge-grounding aliran listrik. Kemungkinan besar dia menggunakan cara seperti itu untuk melewati pagar," ucapnya.

Ia membantah anggapan bahwa Didi meniru keeper untuk mematikan saklar listrik pengaman. Menurutnya, sistem kelistrikan pada kandang tidak dapat diakses dari dalam area exhibit.

"Kalau ada anggapan yang menyebut dia meniru keeper mematikan kabel elektrik, itu tidak benar," tegasnya.

Tanto menambahkan, pemeriksaan terhadap sistem pengamanan selalu dilakukan sebelum satwa dikeluarkan ke exhibit pada pagi hari. Ke depan, Solo Safari akan memperketat pengawasan terhadap berbagai benda yang berada di sekitar kandang. (Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....